Ringkasan Berita:
- KDMP Sendangrejo Lamongan mencatat omzet lebih dari Rp7 juta dalam empat hari operasional.
- Tingginya kunjungan warga dinilai menjadi bukti antusiasme masyarakat terhadap koperasi desa.
- KDMP Kebet juga mencatat omzet Rp4 juta dengan penjualan LPG paling tinggi.
- Saat ini terdapat sembilan titik KDMP yang telah beroperasi di Kabupaten Lamongan.
Lamongan (beritajatim.com) – Respons positif terhadap operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai terlihat di Kabupaten Lamongan. Salah satunya terjadi di KDMP Desa Sendangrejo yang mencatat omzet lebih dari Rp7 juta hanya dalam empat hari sejak mulai beroperasi.
KDMP Sendangrejo mulai beroperasi sejak Sabtu (16/5/2026). Hingga hari keempat, koperasi tersebut terus ramai dikunjungi warga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Digdo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih benar-benar dibutuhkan masyarakat desa.
“Ini bisa kita buktikan bahwa KDMP Sendangrejo sudah bisa operasional dengan baik. Hari pertama penghasilannya Rp2 juta, hari kedua Rp1 juta lebih, dan hari ketiga bahkan mencapai Rp4 juta lebih,” kata Deni, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme warga menjadi indikator bahwa keberadaan koperasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pusat ekonomi desa dengan harga terjangkau.
“Ini sudah menjadi wujud nyata bahwa masyarakat sangat antusias terhadap kehadiran koperasi merah putih. Dari hari pertama sampai hari keempat, masyarakat yang berkunjung sangat luar biasa,” ujarnya.
Selain KDMP Sendangrejo, perkembangan positif juga terjadi di KDMP Kebet. Berdasarkan laporan penjualan selama empat hari, koperasi tersebut berhasil mencatat omzet mencapai Rp4 juta.
Deni menyebut produk tabung gas LPG menjadi komoditas dengan penjualan tertinggi di KDMP Kebet.
“Ini bisa kita lihat sebagai keseriusan dari koperasi tersebut dari masyarakat, untuk belanja di koperasi Kebet ini sangat luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu karyawan KDMP Sendangrejo, Siska Intan, mengatakan keberadaan koperasi sangat membantu masyarakat karena harga barang dinilai lebih terjangkau dan lokasinya dekat dengan permukiman warga.
“Misalkan kalau dari sini kan kemarin mau beli itu harus pergi ke toko di luar desa, harus jauh. Sekarang sudah ada koperasi merah putih, jadi memudahkan untuk berbelanja,” kata Siska.
Saat ini, total Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lamongan yang telah beroperasi sesuai tahapan sistem aplikasi pengadaan barang dari PT Agrinas Nusantara mencapai sembilan titik.
Kesembilan KDMP tersebut berada di Desa Kebet, Sendangrejo, Sukorejo, Plosowahyu, Turi, Karanglangit, Sumberejo, Pangkatrejo, dan Tanjung. [fak/beq]






