Surabaya (beritajatim.com) – PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur membuktikan tren kinerja positif di tengah sorotan Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jatim.
Perusahaan plat merah ini menargetkan penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026, naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT PWU Jatim, Erlangga Satriagung, menegaskan bahwa perusahaan terus bertumbuh secara konsisten. Laba perusahaan tercatat naik dari Rp3 miliar di tahun 2024 menjadi Rp3,6 miliar pada 2025.
”PWU tidak pernah sekalipun mencatatkan kerugian sejak berdiri. Bahkan, tahun 2025 kami berhasil meraih status kesehatan perusahaan Kategori A. Ini indikasi bahwa kinerja kami sudah on the track,” tegas Erlangga, Senin (11/5/2026).
Meski mencatatkan pertumbuhan laba, PT PWU Jatim mengaku masih terhambat oleh keterbatasan modal operasional. Ibarat orang sakit yang butuh ‘vitamin’, PWU belum bisa memaksimalkan kapasitas produksi di tiga anak perusahaannya yang strategis.
Tiga anak perusahaan tersebut adalah PT Kasa Husada Wira Jatim (Alat Kesehatan & Farmasi), PT Panca Usaha Reka Indonesia (PURI) dan PT Cassava Wira Jatim.
Erlangga mengungkapkan, rencana pelepasan aset tidak produktif senilai Rp200 miliar untuk modal pada 2019 kandas akibat terganjal Perda Nomor 8 Tahun 2019. Selain itu, pengajuan modal Rp149 miliar ke Pemprov juga belum terealisasi.
”Potensi pasarnya sangat menjanjikan. Masalahnya hanya pada kemampuan membeli bahan baku yang terbatas. Jika modal ini ada, hasilnya pasti akan berlipat-lipat dari sekarang,” pungkas Erlangga. (tok/ted)






