Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali memperkuat sektor agraris dengan menyalurkan bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) di Kecamatan Ngadiluwih. Bertempat di Sumber Sugih Waras, Desa Dukuh, pada Kamis (7/5/2026), bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menyerahkan secara langsung bantuan berupa benih jagung dan unit traktor roda empat kepada perwakilan kelompok tani setempat.
Total bantuan benih jagung yang diserahkan pada tahun 2026 ini mencapai 3,39 ton untuk 15 kelompok tani, sementara bantuan satu unit traktor roda empat diberikan kepada Gapoktan di Desa Purwokerto untuk melengkapi dukungan mekanisasi yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya.
Dalam acara penyerahan tersebut, Mas Dhito menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para petani guna menyerap aspirasi dan kendala di lapangan. Dari dialog tersebut, beberapa kelompok tani mengusulkan tambahan alat mesin pertanian seperti mesin pemanen dan alat tanam otomatis.
Menanggapi usulan tersebut, Mas Dhito mencatat kebutuhan mendesak para petani. “Tadi ada beberapa permintaan tambahan seperti Combine Harvester untuk panen (padi) sama alat tanam (benih padi),” kata Mas Dhito.
Kebutuhan alat tanam ini menjadi krusial karena saat ini petani mulai kesulitan mencari tenaga kerja khusus untuk tanam manual.
Mas Dhito pun memberikan kepastian mengenai realisasi bantuan alat-alat mesin tersebut agar proses produksi tidak terhambat. “Insyaalloh alat tanam akan kita berikan minggu depan untuk Combine Harvester akhir tahun atau awal tahun depan itu paling cepat,” terangnya.
Selain masalah alat, Mas Dhito juga merespons keluhan petani tebu terkait serangan hama uret yang cukup meresahkan. Sebagai solusi cepat, beliau menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan tindakan preventif dan kuratif.
“Untuk menangani hama uret kami minta (Dinas Pertanian dan Perkebunan) turunkan tim untuk dibersihkan, dikasih obat karena kalau tidak segera diselesaikan bisa berbahaya,” ucapnya tegas.
Guna mendukung pengairan, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah menyiapkan pembangunan sumur submersible di Desa Badal Pandean dan Desa Ngadiluwih, serta jaringan irigasi tersier di Desa Bangle sepanjang tahun 2026 ini.
Di akhir kunjungannya, Mas Dhito berpesan agar seluruh bantuan peralatan yang disalurkan dapat dirawat dengan baik oleh para petani. Ia berharap bantuan ini menjadi stimulan yang kuat dalam memperkokoh ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kediri, sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat seiring dengan kemudahan akses teknologi pertanian. [ADV PKP/nm]






