Kediri (beritajatim.com) – PSSI Kota Kediri melakukan manuver cepat untuk mematangkan persiapan tim sepak bola pria dalam menghadapi ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim X yang akan digelar di Surabaya pada 2027 mendatang.
Langkah awal ini ditandai dengan dibukanya seleksi pemain lebih awal guna membangun kerangka tim yang solid dan kompetitif demi memburu prestasi tertinggi.
Seleksi terbuka dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, bertempat di Lapangan Ngronggo, Kota Kediri, mulai pukul 07.30 WIB. Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menegaskan bahwa proses penjaringan bakat ini tidak dipungut biaya sepeser pun dan memberikan kesempatan luas bagi talenta lokal.
“Dalam seleksi ini kami mencari pemain-pemain terbaik yang berdomisili di Kota Kediri dan kelahiran 2007-2009,” ujar Tomi.
Tomi memaparkan bahwa persiapan yang dimulai setahun lebih awal ini bukan tanpa alasan. PSSI Kota Kediri mengusung misi besar untuk mematahkan rekor “spesialis semifinal” yang diraih pada dua edisi sebelumnya. Di Porprov Jatim 2023, tim Kota Tahu berhasil menyabet medali perunggu, sementara pada edisi 2025, mereka harus puas menempati posisi keempat setelah kalah dari Jember di laga perebutan juara ketiga.
“Target kita adalah masuk babak final. Setelah dua kali penyelenggaraan Porprov Jatim di tahun 2023 dan 2025 sebelumnya Kota Kediri selalu masuk di fase semi final,” ungkap Tomi dengan nada optimis.
Selain aspek teknis, seleksi ini juga dipandang sebagai jembatan bagi para pemain muda Kediri untuk meniti karier profesional. Melalui kompetisi setingkat Porprov, para pemain diharapkan tidak hanya meningkat secara kemampuan individu, tetapi juga matang secara mental.
“Kesempatan ini tentu akan sangat baik untuk mendukung jenjang karir mereka ke depan. Selain meningkat pemahaman dan teknik individu selama latihan berlangsung, melalui event kejuaraan besar seperti Porprov ini dapat membentuk mental bertanding para pemain,” tambahnya.
Menunjuk Alfiat sebagai Pelatih Kepala
Keseriusan PSSI Kota Kediri dalam mengejar target final dibuktikan dengan penunjukan sosok pelatih legendaris lokal, Alfiat, sebagai nahkoda tim. Rekam jejak Alfiat di dunia kepelatihan tanah air sudah tidak diragukan lagi, terutama keberhasilannya membawa Persik Kediri menjuarai Liga 3 Indonesia pada 2018 serta pengalamannya sebagai asisten pelatih di kasta Liga 2 dan Liga 1.
Selain di Kediri, Alfiat juga memiliki jam terbang tinggi saat menangani tim luar daerah seperti Persijap Jepara dan Persiku Kudus sebagai pelatih kepala. Pengalaman mumpuni inilah yang diharapkan mampu meramu talenta muda Kediri menjadi tim yang ditakuti di Jawa Timur.
“Dengan segudang pengalaman yang dimiliki oleh Coach Alfiat, diharapkan tim sepak bola Kota Kediri dapat terbentuk dengan baik dan mampu berbicara banyak di gelaran Porprov Jatim mendatang,” pungkas Tomi Ari Wibowo.
Sepertinya PSSI Kota Kediri benar-benar tidak mau main-main untuk edisi 2027 nanti ya, apalagi dengan mendatangkan Coach Alfiat yang sudah paham betul “DNA” sepak bola Kediri. [nm]






