Ringkasan Berita:
- Kebakaran melanda kandang kambing di Dusun Ketidur, Mojokerto.
- Dua ekor ternak mati terjebak di dalam kandang terbakar.
- Delapan kambing berhasil diselamatkan warga.
- BPBD Mojokerto menerjunkan dua unit damkar ke lokasi.
Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran melanda kandang kambing milik warga di Dusun Ketidur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Minggu (3/5/2026), mengakibatkan bangunan kandang ludes terbakar dan dua ekor ternak mati terjebak di dalam kobaran api.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.10 WIB saat kandang berisi 10 ekor kambing.
Api dengan cepat membesar lantaran bangunan kandang menggunakan material yang mudah terbakar, sehingga warga sekitar sempat panik melihat asap hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
Warga berupaya menyelamatkan hewan ternak dan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas tiba.
Sebanyak delapan ekor kambing berhasil dievakuasi, sementara dua ekor lainnya tidak sempat diselamatkan.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto Pos 1, Sukamto, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Mendapat laporan tersebut, kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Warga sekitar sempat panik melihat asap hitam pekat yang membubung tinggi. Beberapa di antaranya berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas tiba,” ungkapnya, Senin (4/5/2026).
Proses pemadaman melibatkan tim BPBD, personel Polsek, Koramil, relawan, serta masyarakat setempat.
Setelah sekitar 40 menit melakukan upaya pemadaman intensif, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.50 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material dipastikan cukup besar akibat rusaknya kandang dan hilangnya dua ekor ternak.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga tengah melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian akibat peristiwa tersebut. Masyarakat dihimbau agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan bahan mudah terbakar,” tegas Sukamto.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya peternak, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran demi melindungi aset ternak dan keselamatan lingkungan sekitar. [tin/beq]






