Ringkasan Berita:
- Satgas Armuzna meninjau posisi Markaz, rute Murur, dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc Arafah.
- Sebanyak 586 petugas akan mulai menempati pos di wilayah Arafah pada 7 Dzulhijjah pukul 15.30 WAS.
- Peninjauan fokus pada kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi demi kelancaran wukuf jemaah.
Makkah (beritajatim.com) – Satgas Armuzna (Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina) mulai melakukan peninjauan lapangan secara intensif di wilayah Arafah guna memastikan kesiapan tenda, sarana prasarana, dan layanan bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak haji 1447 H/2026 M.
Langkah strategis ini diambil untuk memvalidasi posisi markas (kedudukan) serta sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc yang akan menampung ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah, termasuk jemaah asal Jawa Timur.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI melaporkan dari Arab Saudi, inspeksi ini dipimpin langsung oleh Kepala Satops Armuzna, Surnadi.
Peninjauan mencakup pengecekan mendalam terhadap jalur bus Taradudi dan kesiapan petugas Murur (skema melintas) yang sangat krusial bagi pergerakan jemaah pada 9 Dzulhijjah mendatang.
“Fokus kami hari ini memastikan posisi-posisi/kedudukan-kedudukan Markaz, Rute Murur dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc. Jangan sampai ada yang terlewat,” ujar Surnadi saat memberikan keterangan di lokasi Arafah, Minggu (3/5/2026).
Validasi Markaz dan Skema Murur
Dalam peninjauan tersebut, Satgas mengidentifikasi sejumlah titik koordinasi dengan pihak syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) yang memerlukan evaluasi ulang, khususnya terkait penempatan tenda atau kedudukan markas.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kepadatan berlebih dan memastikan aksesibilitas jemaah, terutama lansia dan disabilitas, tetap terjaga selama masa wukuf.
Satgas juga memastikan bahwa skema pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah tetap berada dalam kontrol ketat petugas. Peninjauan awal ini merupakan bagian dari fase perencanaan dan persiapan Satgas Armuzna yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei 2026.
Persiapan ini menjadi sangat vital bagi jemaah asal Surabaya, Sidoarjo, Jember, hingga Pamekasan yang mewakili salah satu basis jemaah terbesar nasional.
Kesiagaan 586 Petugas di 10 Sektor Adhoc
Guna memberikan pelayanan maksimal, Kemenhaj telah menyiapkan kekuatan sebanyak 586 personel petugas yang akan mulai bersiaga di setiap pos Arafah pada 7 Dzulhijjah pukul 15.30 WAS. Setiap sektor Adhoc memiliki tugas spesifik dalam mengawal empat pilar layanan utama: akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan.
“Ini bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jemaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tambah Surnadi.
Setelah peninjauan lapangan ini selesai, Satgas Armuzna dijadwalkan akan melaksanakan rangkaian sosialisasi ke sektor-sektor di Makkah.
Agenda selanjutnya meliputi gelar pasukan dan rapat koordinasi akhir guna memastikan seluruh komponen pelayanan siap menyukseskan puncak ibadah haji di tengah suhu ekstrem yang diperkirakan masih menyelimuti kawasan Makkah dan sekitarnya. [ian/MCH/suf]






