Makkah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia yang memasuki Kota Suci Makkah pada Jumat, 1 Mei 2026, tercatat sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dengan total jemaah mencapai lebih dari 5.000 orang.
Kedatangan gelombang satu dari Madinah ini merupakan fase kedua setelah sehari sebelumnya 12 kloter perdana telah menempati pemondokan di berbagai sektor.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan jemaah hari ini melibatkan berbagai embarkasi seperti SUB (Surabaya), JKG (Jakarta), JKS (Jawa Barat), dan KNO (Medan). Seluruh jemaah tersebut kini mulai menempati 10 sektor yang telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, menekankan bahwa penyambutan jemaah dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah dievaluasi.
Petugas diinstruksikan untuk menyelesaikan urusan administratif seperti pembagian kunci kamar dan loading bagasi sebelum jemaah turun dari bus untuk meminimalisir kelelahan.
“Para petugas atau PPIH Arab Saudi di sektor pun, walaupun ini first time, kali pertama mereka menerima jemaah, secara umum mereka sudah dianggap lancar menerima jemaah tersebut, sesuai dengan SOP,” ujar Ihsan Faisal saat memberikan keterangan di Makkah.
Mitigasi Kursi Roda dan Prioritas Lansia
Mengingat banyaknya jemaah lansia dan disabilitas pada operasional haji 2026, PPIH Makkah memperketat mitigasi layanan kursi roda untuk pelaksanaan umrah wajib.
Data kebutuhan kursi roda dari setiap kloter telah dipetakan sejak jemaah masih berada di Madinah guna memastikan ketersediaan petugas pendamping.
Ihsan menjelaskan bahwa jemaah lansia yang tidak memiliki pendamping keluarga akan mendapatkan prioritas bantuan dari petugas khusus di lapangan. Hal ini penting agar rangkaian ibadah fisik seperti Tawaf dan Sai dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek kesehatan jemaah.
Pembatasan Transportasi Jelang Shalat Jumat
Bertepatan dengan hari Jumat pertama bagi jemaah gelombang satu di Makkah, otoritas setempat memberlakukan pembatasan akses transportasi menuju Masjidil Haram.
Layanan bus Shalawat yang mengantar jemaah dari hotel menuju terminal-terminal utama hanya beroperasi hingga pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kebijakan ini diambil untuk mengatur arus massa yang luar biasa padat menuju pusat ibadah. Jemaah yang berniat melaksanakan Shalat Jumat di Masjidil Haram diimbau untuk berangkat lebih awal sebelum batas waktu penutupan akses transportasi umum tersebut.
“Di Masjidil Haram itu ada aturan, bahwa akses ataupun transportasi yang akan mengarah ke Masjidil Haram itu dibatasi. Dibatasi sampai pukul 09.00. Jadi jemaah diharapkan untuk bisa memikirkan atau bisa mempertimbangkan,” tegas Ihsan Faisal.
Di tengah suhu udara Makkah yang mencapai 39 derajat Celcius, jemaah kembali diingatkan untuk menjaga stamina dan tidak memaksakan diri dalam beraktivitas.
Fokus utama jemaah diharapkan tetap pada persiapan fisik menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Hidrasi rutin dan penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi imbauan wajib bagi seluruh tamu Allah agar tetap bugar selama di Tanah Suci. [ian/MCH]






