Bangkalan (beritajatim.com) – Peredaran narkoba di Kabupaten Bangkalan semakin mengkhawatirkan. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menyebut wilayah ini menjadi salah satu sasaran peredaran narkotika dengan pola yang kian kompleks dan sulit dideteksi.
Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Budi Mulyanto, mengungkapkan bahwa jaringan peredaran narkoba kini tidak lagi hanya mengandalkan jalur konvensional, tetapi mulai menyusup melalui berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk gaya hidup generasi muda.
“Salah satu upaya peredaran saat ini adalah menyasar aspek moral, agar narkotika bisa masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat. Upaya perusakan dilakukan secara sistematis melalui berbagai cara,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Bangkalan, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, modus peredaran narkoba terus berkembang dan semakin terselubung. Bahkan, narkotika kini dikemas dalam bentuk yang tidak mencurigakan.
“Masuknya narkotika tidak hanya melalui jalur konvensional, tetapi juga melalui pendekatan gaya hidup. Ini menjadi tantangan serius, karena peredaran narkoba dikemas semakin variatif, bahkan disamarkan dalam bentuk produk seperti liquid vape,” jelasnya.
Kondisi ini membuat generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terpapar. Oleh karena itu, upaya pencegahan dinilai tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga harus diperkuat melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan.
“Pencegahan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan pondok pesantren,” tegasnya.
BNNP Jawa Timur juga menekankan pentingnya penguatan benteng moral di lingkungan pendidikan, terutama pondok pesantren, sebagai garda terdepan dalam mencegah masuknya narkotika.
“Kami berharap pondok pesantren mampu menjadi benteng utama dalam memutus peredaran narkoba di Bangkalan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengakui bahwa pola peredaran narkoba saat ini semakin kompleks dan sulit dikenali karena kerap masuk melalui gaya hidup masyarakat.
“Peredaran narkoba kini semakin kompleks dan menyasar gaya hidup. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan, khususnya di kalangan generasi muda,” ucapnya. [sar/but]






