Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Bojonegoro meninjau penyaluran Program Indonesia Pintar di SMAN 3 Bojonegoro.
- Pemkab memastikan bantuan pendidikan diterima utuh dan tepat sasaran.
- Dana PIP digunakan siswa untuk kebutuhan sekolah dan perlengkapan belajar.
- Sinergi pemerintah, sekolah, dan masyarakat dinilai penting bagi mutu pendidikan.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, melakukan kunjungan ke SMA Negeri 3 Bojonegoro, Selasa (28/4/2026), guna meninjau langsung pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa penerima manfaat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memastikan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan digunakan sesuai kebutuhan pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, Nurul Azizah menegaskan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bojonegoro sekaligus merespons aspirasi masyarakat terkait penyaluran bantuan pendidikan.
“Kami datang ke sini untuk memastikan bantuan PIP diterima dengan utuh oleh para siswa. Berdasarkan interaksi langsung di kelas, kami mendapati para siswa menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang produktif dan mendukung sekolah,” ujar Nurul Azizah.
Hasil pemantauan menunjukkan dana PIP dimanfaatkan siswa untuk berbagai kebutuhan penunjang pendidikan, seperti pembelian seragam sekolah, perlengkapan belajar, hingga ditabung untuk kebutuhan pendidikan selanjutnya.
Selain memastikan pemanfaatan bantuan, Wakil Bupati juga mengecek mekanisme pencairan dana agar berjalan sesuai prosedur. Pihak sekolah diketahui telah memberikan informasi kepada siswa dan wali murid, sementara pencairan dilakukan secara mandiri melalui Bank Negara Indonesia (BNI).
Kepala SMAN 3 Bojonegoro, Tri Herwidyatmono, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan siswa.
Menurutnya, bantuan PIP memiliki peran penting dalam membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dan mempertahankan prestasi akademik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro, Agus Hariyono, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung agar program bantuan pendidikan nasional benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa yang membutuhkan, sekaligus memperkuat komitmen Bojonegoro dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. [lim/beq]






