Sidoarjo (beritajatim.com) – Rombongan pertama calon jamaah haji asal Kabupaten Sidoarjo resmi diberangkatkan, Minggu (26/4/2026). Sebanyak 39 jamaah yang tergabung dalam Kloter 20 menjadi kelompok perdana yang berangkat menuju Tanah Suci.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan satu unit bus untuk mengantarkan para jamaah ke Embarkasi Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Prosesi pemberangkatan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati, di Pendopo Delta Wibawa.
“Kloter 20 ini menjadi kloter perdana jamaah haji yang diberangkatkan Kabupaten Sidoarjo,” ujar Fenny.
Ia turut mendoakan seluruh jamaah agar diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Mudah-mudahan panjenengan semua sehat walafiat, mulai dari berangkat sampai dengan pulang haji, diberikan kelancaran, kemudahan, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya.
Fenny juga mengingatkan pentingnya rasa syukur karena tidak semua calon jamaah haji bisa berangkat sesuai keinginan. Ia menegaskan bahwa keberangkatan haji merupakan panggilan dan ketentuan dari Allah SWT.
“Oleh karena itu rasa syukur harus selalu dipanjatkan. Kita harus yakin bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik,” tambahnya.
Selain itu, ia menyampaikan pesan agar para jamaah menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di Tanah Suci yang cukup panas. Jamaah juga diminta menjaga nama baik Kabupaten Sidoarjo selama menjalankan ibadah.
Kepada Tim Petugas Haji Daerah (TPHD), Fenny berpesan agar memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh jamaah.
“Saya pesan kepada TPHD agar benar-benar memberikan pelayanan terbaik, sepenuh hati untuk para jamaah haji,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fenny juga menitipkan doa bagi Kabupaten Sidoarjo agar menjadi daerah yang sejahtera dan penuh keberkahan.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat sekitar 2.700 calon jamaah haji asal Sidoarjo yang akan diberangkatkan.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.221 jamaah laki-laki dan 1.479 jamaah perempuan yang terbagi dalam 11 kloter, yakni Kloter 20, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 68, 71, dan 116.
“Keseluruhan jamaah ini terbagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama Kloter 20, 53, 54, 55, dan 56, serta gelombang kedua Kloter 57, 58, 59, 68, 71, dan 116,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh jamaah telah mengikuti rangkaian manasik haji serta pendampingan kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Eliana juga menyebutkan jamaah tertua tahun ini berusia 90 tahun atas nama Raminten, sementara yang termuda berusia 16 tahun atas nama Muhammad Nur Al Maghfirah.
Khusus Kloter 20, jamaah tertua berusia 85 tahun atas nama Ihsan Atmo Burosari, sedangkan jamaah termuda berusia 20 tahun atas nama Nur Azizah Wulandari.
Ia mengimbau para jamaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menjalankan ibadah.
“Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan khusyuk dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” tuturnya.
Lebih lanjut, Eliana mengungkapkan bahwa daftar tunggu jamaah haji asal Sidoarjo saat ini mencapai 84.996 orang. Angka tersebut menjadi yang terbesar di Jawa Timur bahkan secara nasional.
“Kami laporkan per 25 April 2026, total daftar tunggu jamaah haji Sidoarjo mencapai 84.996 jamaah,” ujarnya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pihaknya berharap ke depan Kabupaten Sidoarjo dapat memiliki Hajj Command Center sebagai pusat pelayanan, informasi, dan edukasi haji.
Eliana juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidoarjo atas dukungan yang diberikan, termasuk penyediaan fasilitas transportasi menuju embarkasi.
“Kami berharap ke depan Sidoarjo memiliki Hajj Center untuk mendukung pelayanan haji. Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yang tetap maksimal meski di tengah efisiensi anggaran,” pungkasnya. (isa/but)






