Ponorogo (beritajatim.com) – Menekan biaya produksi menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Sebanyak 117 alsintan dan 122 alat tidak bermesin disiapkan untuk membantu para petani di Bumi Reog agar bekerja lebih efisien sekaligus meningkatkan hasil panen. Modernisasi pertanian itu juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda kembali menggarap sawah.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Masun, mengatakan bantuan yang disiapkan tahun ini terdiri atas 117 unit alsintan dan 122 unit alat tidak bermesin (altisin). Pada tahap penyaluran kali ini, sebanyak 44 kelompok tani diundang untuk menerima bantuan. Sementara sebagian bantuan lainnya masih menunggu penetapan penerima.
“Total ada 117 alat bermesin, kemudian 122 alat tidak bermesin. Hari ini yang kita undang 44 kelompok tani, jadi itu yang menerima. Tetapi, ada beberapa yang kelompok tani masih belum kita undang. Jadi masih memungkinkan kelompok yang lain, misalnya untuk water pump yang 60 unit itu kan, masih belum kita alokasikan, masih menunggu penetapan lebih lanjut,” kata Masun usai penyaluran di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Selasa (28/7/2026).
Masun menegaskan, bantuan alsintan bukan sekadar menambah fasilitas kelompok tani. Menurutnya, penggunaan alat pertanian modern menjadi salah satu cara untuk membuat usaha tani lebih efisien. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, keuntungan yang diterima petani diharapkan semakin meningkat.
“Intinya, bertani itu harus efisien. Efisien itu artinya menekan biaya semurah mungkin. Nah, salah satunya adalah dengan penggunaan alat dan mesin ini. Jadi, peralatan ini adalah bagian dari untuk menekan atau meningkatkan efisiensi. Mudah-mudahan dengan efisiensi, petani mendapatkan tambah dari produk-produknya,” ungkapnya.
Ia juga berharap keberadaan alsintan modern mampu menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Sebab, saat ini jumlah petani muda di Ponorogo masih tergolong minim. Bahkan, mayoritas petani yang aktif berusia sekitar 55 tahun.
“Mudah-mudahan juga bisa memberikan stimulan bagi kelompok petani muda untuk lebih giat lagi, karena kita, jujur saja, masih kekurangan petani muda. Jadi kalau kita lihat demografinya, mayoritas petani kita memang dalam jumlah usia yang relatif tua, rata-rata di angka 55 tahun,” tambahnya.
Senada dengan itu, Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan bantuan alsintan diharapkan mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan. Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, produktivitas pertanian diharapkan ikut meningkat sehingga hasil panen menjadi lebih baik.
“Tujuannya hari ini supaya para petani lebih semangat lagi dalam penanam padinya. Sehingga nanti hasilnya pun lebih bagus dan lebih banyak,” kata Lisdyarita.
Lisdyarita menambahkan, bantuan alsintan tersebut bersumber dari berbagai skema pendanaan, mulai dari APBD Kabupaten Ponorogo, bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga APBN. Menurutnya, seluruh program tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Berdasarkan data Dispertahankan Ponorogo, bantuan 117 unit alsintan meliputi 7 traktor roda empat, 14 traktor roda dua, 5 traktor rotary, 10 traktor roda crawler (rotavator), 8 cultivator, 3 rice transplanter, 2 combine harvester, 8 tobacco slicer, dan 60 unit water pump. Sementara itu, 122 unit alat tidak bermesin terdiri atas 120 tray pembibitan dan 2 hand sprayer. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap kepada kelompok tani sesuai penetapan yang dilakukan pemerintah daerah. (end/kun)






