Bojonegoro (beritajatim.com) – Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba ditunjukkan secara nyata oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro. Kamis (23/4/2026), seluruh jajaran yang hadir dalam kegiatan di lapangan apel lapas setempat menjalani tes urin massal.
Langkah ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan yang juga dihadiri petugas dari Lapas Tuban dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bojonegoro. Tes urin dilakukan usai pelaksanaan penandatanganan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban serta pembacaan ikrar bebas handphone dan narkoba.
Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa tes urin massal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen konkret dalam memastikan seluruh petugas benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Ini bagian dari upaya kami menjaga integritas. Tidak cukup hanya deklarasi, tetapi harus dibuktikan dengan langkah nyata seperti tes urin ini,” ujar Hari Winarca, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap peredaran handphone ilegal yang kerap menjadi celah pelanggaran di dalam lapas.
Sementara itu, Kepala BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono, menyebut langkah yang dilakukan Lapas Bojonegoro sebagai bentuk keseriusan dalam memerangi narkoba dari dalam lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam mencegah peredaran gelap narkotika, termasuk melalui deteksi dini seperti tes urin yang dilakukan secara berkala.
“Kami mendukung penuh langkah seperti ini. Tes urin massal adalah bagian penting dari upaya pencegahan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebelumnya juga dilakukan pembacaan ikrar bebas dari handphone dan narkoba yang diikuti seluruh peserta. Ikrar itu dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Bojonegoro, Muhammad Setiawan.
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Bojonegoro dan BNNK Tuban guna memperkuat koordinasi dalam pemberantasan narkoba.
Dengan pelaksanaan tes urin massal ini, diharapkan pengawasan internal semakin diperkuat dan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas dapat ditekan.(lim/aje)






