Surabaya (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus memperkuat edukasi kebencanaan melalui program “Siap untuk Selamat Bersama Mosipena” yang menyasar sekolah dan pondok pesantren di berbagai daerah.
Program ini menjadi pelengkap dari inisiatif Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dengan pendekatan langsung ke kelompok rentan seperti pelajar dan santri. Kegiatan perdana digelar di Kabupaten Lamongan sejak Selasa (14/4/2026).
Sasaran awal meliputi siswa SMKN 1 Lamongan serta para santri di Ponpes Raudhatus Solihin. Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jatim menghadirkan Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) bersama BPBD Kabupaten Lamongan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur untuk meningkatkan literasi kebencanaan di masyarakat.
“Ini menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur yang disampaikan melalui Bapak Kalaksa BPBD Jatim, agar kita terus meningkatkan edukasi bencana kepada masyarakat, termasuk kepada kelompok rentan di lingkungan sekolah dan pondok pesantren di Jatim,” ujarnya.
Setelah Lamongan, kegiatan berlanjut ke Kabupaten Sumenep dengan menyasar Pondok Pesantren Putri Al-Amien Prenduan pada Kamis (16/4/2026), serta SMK Al-Karimiah pada Jumat (17/4/2026).
BPBD Jatim juga merencanakan perluasan program ke sejumlah wilayah lain di Madura, seperti Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan, serta daerah lain di Jawa Timur.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dan santri tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Edukasi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga melalui simulasi langsung, seperti evakuasi mandiri saat gempa bumi dan praktik pemadaman kebakaran.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk budaya sadar bencana sejak dini, sehingga masyarakat—khususnya generasi muda—memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya. [tok/beq]






