Kediri (beritajatim.com) – Suasana hangat terasa di PG Ngadiredjo Kediri saat ratusan petani tebu berkumpul dalam Forum Temu Kemitraan (FTK). Di ruang pertemuan itu, harapan dan tantangan musim giling 2026 dibicarakan terbuka, menyatukan suara antara pabrik, petani, hingga mitra pendukung.
Forum tersebut dihadiri berbagai pihak, mulai dari petani tebu mitra, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri dan Blitar, perwakilan Petrokimia Gresik, hingga mitra perbankan. Semua hadir dalam satu tujuan: memastikan musim giling berjalan sukses.
General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung target produksi tahun ini.
“forum temu kemitraan ini wajib kami laksanakan menjelang start giling 2026. Pasalnya, untuk menuju sukses giling kerjasama semua steakholder harus berjalan baik, sehingga kolaborasi pabrik, petani, petro kimia gresik, mitra perbankan berjalan baik dan lancar. Ini adalah ekosistem yang saling berkaitan,” tegasnya
Target yang dipasang pun tidak main-main. PG Ngadiredjo menargetkan mampu menggiling 11 juta kuintal tebu dengan rendemen 7,5 persen dan menghasilkan gula hingga 82.500 ton.
“Ini adalah target yang fantastis, semoga dengan gotong royong dengan petani dan semua yang terkait target ini bisa tercapai,” tegasnya.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, awal musim giling direncanakan dimulai pada 9 Mei 2026.
“Insyaallah PG Ngadiredjo akan start awal giling pada 9 Mei 2026 mendatang,” tandas Wayan.
Di sisi petani, forum ini menjadi ruang penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi bersama. Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Ngadiredjo, H. Mujianto, menyebut kegiatan ini sebagai momentum dialog terbuka antar seluruh pihak.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi petani saat ini, terutama meningkatnya biaya produksi mulai dari ongkos muat, tebang, hingga angkut yang berdampak langsung pada pendapatan.
Mujianto juga mengapresiasi peran mitra perbankan yang telah membantu petani dalam memenuhi kebutuhan operasional, sehingga proses budidaya hingga pengiriman tebu ke pabrik dapat berjalan lebih lancar.
“Untuk giling 2026 semoga petani tebu semakin sejahtera, dan PG Ngaderejo semakin jaya,” pungkasnya. [nm/aje]






