Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah pengadaan sewa armada listrik untuk operasional kendaraan dinas mulai bulan Mei mendatang, Rabu (15/4/2026).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transisi besar-besaran Pemkot untuk meninggalkan bahan bakar minyak (BBM), demi penghematan energi nasional dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, implementasi kebijakan ini akan dilakukan segera setelah proses lelang terhadap 85 unit kendaraan dinas konvensional tuntas laku diborong pembeli.
“Target kita di bulan Mei sudah menggunakan full listrik semua, kalau lelangnya ini sudah berhasil semuanya, baik kendaraan roda 2 motor maupun roda 4 mobil,” ujar Eri Cahyadi.
Ia menambahkan bahwa jumlah kendaraan listrik yang disewa nantinya akan menyesuaikan dengan volume kendaraan yang laku terlelang, yakni berkisar di angka 80 unit.
Sementara, untuk memastikan transisi ini berjalan tepat waktu, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi intensif dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) guna mempercepat prosedur lelang tersebut.
“Di (bulan) Mei, saya ingin menunjukkan bahwa seluruh jajaran pemerintah Kota Surabaya yang memang menggunakan mobil dinas itu bisa menggunakan mobil listrik,” ucap Eri.
Seperti diketahui, sebagai langkah nyata mendukung penghematan energi nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi melelang 85 unit kendaraan dinas operasional, Minggu (12/4/2026).
Proses lelang yang mencakup kendaraan roda dua hingga roda empat ini akan dibuka untuk umum mulai pekan depan, melalui situs resmi KPKNL Kementerian Keuangan RI di https://portal.lelang.go.id/.
Kepala BPKAD Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transisi bertahap Pemkot Surabaya dari kendaraan berbahan bakar konvensional ke tenaga listrik.
”Sejak tahun 2024 Pemkot Surabaya sudah mengganti sebagian kendaraan operasional perangkat daerah (PD) menjadi mobil listrik,” ujar Wiwiek.
Ia juga menekankan, meskipun penggunaan kendaraan dinas listrik saat ini masih menggunakan sistem sewa. Pemkot Surabaya sudah melakukan aksi nyata efisiensi terhadap pemakaian BBM.
“Artinya kami sudah melakukan efisiensi terhadap pemakaian BBM dan ada perbedaan yang signifikan terhadap penghematan,” paparnya.
Pada lelang tahun 2026 ini, Pemkot menargetkan perolehan dana sebesar Rp6,3 miliar dari total 85 unit kendaraan yang dilepas. Dengan rincian unit yang dilelang terdiri dari 70 unit kendaraan roda empat, 13 unit kendaraan roda dua dan 2 unit kendaraan roda tiga. (rma/ian)






