Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Airlangga (Unair) memperketat pengawasan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 untuk membendung praktik perjokian. Langkah ini diambil demi menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.
Rektor Unair Prof Muhammad Madyan meminta panitia mewaspadai modus kecurangan yang kian canggih. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan pemerintah dalam pelaksanaan ujian nasional ini.
“Kepercayaan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh panitia untuk benar-benar waspada terhadap praktik perjokian,” ujar Madyan saat pembukaan UTBK, dikutip Rabu (15/4/2026).
Madyan menilai teknologi yang digunakan pelaku kecurangan terus berkembang dari tahun ke tahun. Antisipasi dini menjadi kunci agar tidak ada celah bagi peserta yang berniat curang.
“Meskipun ini masalah lama, namun cara-cara yang digunakan kini semakin canggih. Kita harus mengantisipasi segala bentuk risiko agar integritas ujian tetap terjaga,” ungkapnya.
Ketua Pusat UTBK Unair Prof Mochammad Amin Alamsjah melaporkan ujian berlangsung selama 10 hari. Pelaksanaan dimulai pada 21 hingga 30 April 2026 mendatang.
Tercatat sebanyak 16.672 peserta akan bersaing memperebutkan kursi di kampus tersebut. Angka ini mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang tersedia.
“Artinya, total peserta tersebut mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan sebanyak 17.600 kursi,” jelas Amin.
Panitia membagi ujian dalam 19 sesi yang tersebar di Kampus B dan Kampus C. Lokasi tes melibatkan 10 gedung dan 22 ruangan komputer.
Amin menjamin kenyamanan peserta dengan menyediakan ruang transit serta konsumsi ringan bagi sesi pagi. Fasilitas ini diberikan karena banyak peserta belum sempat sarapan.
“Fasilitas ini kami sediakan agar mereka bisa lebih fokus saat menghadapi ujian. Ini adalah langkah luar biasa untuk mendukung kenyamanan mereka,” tuturnya.
Selain fasilitas umum, Unsir memberikan perhatian khusus bagi 22 peserta disabilitas. Mereka terdiri dari 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa.
Kelompok difabel tersebut akan menjalani ujian di Gedung Nano, Kampus C. Panitia menyiagakan pendamping khusus untuk membantu kelancaran proses pengerjaan soal selama ujian berlangsung. [ipl/but]






