Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berencana mereplikasi model SMA Negeri Olahraga (Smanor) Jawa Timur (Jatim) ke tingkat nasional. Ini menjadi strategi mempercepat pembibitan atlet berprestasi sejak dini.
Mu’ti menilai Smanor merupakan prototipe sekolah ideal bagi calon atlet nasional. Kurikulum pendidikan dirancang khusus dan lebih fleksibel agar mampu menyesuaikan jadwal pelatihan intensif para siswa di lapangan.
“Sekolah model seperti ini kita rancang kurikulumnya dengan model khusus, dengan pembelajaran yang lebih fleksibel menyesuaikan program pelatihan,” ujar Mu’ti saat mengunjungi Smanor di Sidoarjo, Selasa (14/4/2026).
Kementerian kini tengah menjalin komunikasi awal dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Fokusnya adalah pengadaan kelas olahraga pada sekolah umum tertentu yang bekerja sama dengan berbagai unit olahraga daerah.
“Ini satu bentuk sangat penting untuk kita bangun. Mudah-mudahan sekolah model seperti ini nanti dapat kita replikasi di provinsi atau daerah lain,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyambut baik rencana itu. Ia berharap kehadiran menteri membawa dukungan nyata bagi pengembangan fasilitas pada 16 cabang olahraga yang tersedia.
“Kita berharap ini menjadi perhatian serius agar terus ada pengembangan di seluruh cabang olahraga, tidak hanya 16 cabang olahraga saja,” ungkap Aries.
Kendala utama yang dihadapi sekolah saat ini adalah ketiadaan fasilitas kolam renang. Selama ini, para atlet renang terpaksa berlatih di luar lingkungan sekolah karena pembangunan fasilitas membutuhkan biaya besar.
“Lahannya sudah ada, tinggal bagaimana nanti kita ajukan proposal. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa memberikan perhatian untuk pembangunan kolam renang khususnya,” pungkasnya. [ipl/but]






