Bondowoso (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso pada Kamis sore (9/4/2026). Berdasarkan data Pusdalops BPBD Bondowoso, cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 15.48 WIB tersebut mengakibatkan belasan rumah warga rusak, satu pohon tumbang menimpa ruko, serta kerusakan fasilitas umum di dua kecamatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Ia merinci, dampak bencana tersebar di wilayah Kecamatan Tamanan dan Kecamatan Jambesari Darus Sholah.
“Kami menerima laporan dari grup WhatsApp warga dan segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Kejadian ini murni akibat cuaca ekstrem, angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba. Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Kristianto, Kamis malam.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, berikut dampak yang ditimbulkan:
1. Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan:
· Satu pohon tumbang menimpa atap ruko dan sempat menutup akses jalan raya utama. Atap ruko dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
2. Desa Jambeanom, Kecamatan Jambesari Darusolah:
· Tercatat 8 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan 1 unit rumah mengalami kerusakan sedang pada bagian atap.
3. Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darusolah:
· Satu unit rumah warga mengalami kerusakan sedang.
4. Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darusoltd ah:
· Satu unit rumah mengalami kerusakan ringan, serta satu fasilitas umum berupa kanopi SDN Jambesari 3 mengalami kerusakan ringan.
Penanganan Cepat dan Kendala di Lapangan
Kristianto Putro Prasojo menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi cepat dengan Forkopimcam setempat, termasuk Polsek dan Koramil Tamanan serta Jambesari. TRC-PB BPBD Bondowoso bersama PMI, perangkat desa, dan masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi pohon tumbang yang sempat memblokade jalan.
“Alhamdulillah, untuk akses jalan di Desa Sumber Anom yang sempat tertutup pohon kini sudah bisa dilalui kembali. Masyarakat juga sudah mulai bergotong royong memperbaiki bagian rumah yang rusak ringan secara swadaya,” jelasnya.
Meski demikian, upaya penanganan di lapangan menghadapi beberapa kendala. Kristianto menyebutkan bahwa hingga malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur lokasi kejadian. Selain itu, akses sinyal komunikasi di beberapa titik desa terpantau terbatas, sehingga menyulitkan koordinasi data secara cepat.
Menutup keterangannya, Kalaksa BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Ia meminta warga untuk segera melapor ke Pusdalops BPBD atau perangkat desa setempat jika terjadi kejadian serupa atau melihat potensi pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memangkas ranting pohon yang sudah lapuk dan berpotensi tumbang saat hujan deras atau angin kencang. Saat ini tim masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menentukan bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan sedang,” pungkas Kristianto. (awi/ian)






