Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), mengonfirmasi bahwa jemaah haji Indonesia 2026 siap diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 22 April 2026 secara bertahap. Sebelum terbang, seluruh jemaah dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026 setelah seluruh tahapan persiapan nasional dinyatakan tuntas.
Pernyataan kesiapan tersebut disampaikan Gus Irfan dalam pertemuan strategis dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Almudi, di Kantor Kemenhaj RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini memperkuat koordinasi bilateral guna menjamin kelancaran layanan bagi Duyufurrahman asal Indonesia.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan persiapan haji Indonesia pada prinsipnya telah selesai. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan secara bertahap akan diberangkatkan ke Arab Saudi mulai 22 April 2026,” ujar Menhaj Gus Irfan di hadapan Dubes.
Menhaj turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Arab Saudi, khususnya Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota, atas dukungan konsisten dalam penyelenggaraan ibadah haji. Gus Irfan menilai kerja sama solid dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjadi kunci keberhasilan pelayanan setiap tahunnya.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Arab Saudi atas komitmen dan dukungannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, termasuk jemaah Indonesia,” tuturnya.
Di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, Gus Irfan berharap eskalasi tersebut tidak mengganggu operasional haji. Kemenhaj terus memantau stabilitas kawasan agar proses ibadah dari seluruh dunia tetap berjalan aman, nyaman, dan khidmat tanpa kendala teknis.
“Kami berharap eskalasi yang terjadi tidak mempengaruhi operasional haji. Kami juga berharap ketegangan dapat segera mereda, sehingga seluruh proses ibadah haji dari berbagai negara dapat berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat,” tuturnya.
Pemerintah juga mengantisipasi dampak ekonomi global, terutama potensi kenaikan biaya bahan bakar yang dapat memengaruhi aspek operasional penerbangan. Meski menghadapi situasi global yang penuh tantangan, Gus Irfan menegaskan bahwa kualitas layanan bagi jemaah tetap menjadi komitmen prioritas negara.
“Dalam situasi global yang penuh tantangan, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Dubes Faisal Abdullah Almudi menegaskan bahwa Arab Saudi saat ini dalam kondisi stabil dan aman. Pihak Kedutaan memberikan jaminan penuh untuk mendukung perjalanan jemaah haji asal Indonesia agar berjalan lancar sesuai rencana koordinasi kedua negara.
“Kunjungan ini merupakan follow up koordinasi kami untuk menjamin perjalanan jemaah haji berjalan dengan baik. Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia berkomitmen memberikan dukungan penuh demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.
Dubes Almudi menjamin bahwa keamanan dua kota suci, Makkah dan Madinah, tetap terjaga bagi umat Islam di seluruh dunia. Arab Saudi berkomitmen menjaga stabilitas kawasan guna memastikan kepentingan umat dalam menjalankan ibadah tidak terganggu oleh dinamika politik internasional.
“Arab Saudi saat ini dalam keadaan damai. Kami sangat memperhatikan kepentingan umat Islam dan terus berupaya menjaga stabilitas, termasuk mendorong agar ketegangan di kawasan tidak berlanjut,” ucap dia. [ian]






