Makkah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memperketat kewaspadaan melalui penerapan buddy system atau sistem berkelompok selama beraktivitas di Kota Suci Makkah.
Langkah preventif ini krusial dilakukan guna meminimalisir risiko tindak kejahatan di tengah kepadatan jutaan orang yang kini mulai memadati episentrum ibadah haji 1447 H / 2026 M.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, imbauan ini dikeluarkan menyusul dinamika di lapangan di mana banyak jemaah, khususnya lansia, yang belum menguasai bahasa dan medan lingkungan.
Mengingat suhu di Makkah saat ini menyentuh angka 38 hingga 40 derajat Celsius, kelelahan fisik jemaah sering kali menjadi celah bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk beraksi.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) Daerah Makkah, Tulus Widodo, menegaskan bahwa kejahatan muncul ketika ada kesempatan. “Perlu diketahui, kejahatan timbul, kejahatan ada karena adanya kesempatan,” ujar Tulus saat ditemui di Kantor Daker Makkah, Minggu (10/5/2026).
Ia menekankan bahwa meski kondisi keamanan di Arab Saudi secara umum sangat baik, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama bagi setiap jemaah.
Prosedur Aman Menggunakan Taksi Resmi
Sebagai bagian dari tindakan preventif, PPIH memberikan panduan teknis bagi jemaah yang terpaksa menggunakan transportasi publik seperti taksi di luar Bus Shalawat. Tulus menjelaskan bahwa taksi resmi di Arab Saudi hanya memiliki dua warna identitas, yakni hijau dan putih.
Selain mengenali warna, jemaah diminta melakukan prosedur pengamanan mandiri sebelum menaiki kendaraan. “Hindari bepergian dengan secara personal atau sendirian. Saat bepergian didampingi dengan teman-teman yang lain, minimal tiga orang,” tegas Tulus.
Hal ini penting untuk saling menjaga satu sama lain, terutama bagi jemaah lansia yang masuk dalam program “Haji Ramah Lansia”.
Berikut adalah trik aman saat menggunakan taksi di Makkah:
Foto Pelat Nomor: Potret nomor pelat kendaraan sebelum masuk ke dalam taksi.
Urutan Masuk: Penumpang laki-laki diimbau masuk ke dalam taksi terlebih dahulu.
Urutan Keluar: Saat tiba di tujuan, penumpang perempuan didahulukan untuk turun dari taksi guna memastikan keamanan sebelum kendaraan melaju kembali.
Minimalisir Celah Kejahatan di Kerumunan
Penerapan buddy system tidak hanya berlaku saat menggunakan taksi, tetapi juga saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram maupun ketika berbelanja di sekitar pemondokan.
Di tengah kondisi Terminal Ajyad dan wilayah Misfalah yang mulai padat seiring kedatangan jemaah Gelombang II, pergerakan secara berkelompok akan mempermudah koordinasi jika jemaah terpisah dari rombongan atau membutuhkan bantuan petugas.
Tulus mengingatkan bahwa jemaah tidak boleh memberikan kesempatan sedikit pun bagi pelaku kejahatan dengan cara tetap berada dalam pengawasan teman sejawat.
Dengan total jemaah Indonesia yang kini sudah mencapai 117.452 orang di Arab Saudi, kedisiplinan jemaah dalam menerapkan langkah preventif ini menjadi kunci keselamatan sebelum memasuki fase puncak haji di Armuzna pada akhir Mei mendatang. [ian/MCH]






