Surabaya (beritajatim.com)– Cuaca panas yang ekstrem sering menjadi tantangan, terutama bagi anda yang sering beraktivitas di luar ruangan. Selain membuat tubuh terasa lengket, keringat berlebih juga bisa menimbulkan masalah lain yang cukup mengganggu, yaitu bau badan.
Banyak orang mengira keringat adalah penyebab utama bau badan. Padahal, keringat sebenarnya tidak berbau. Bau tidak sedap muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang ada di permukaan kulit. Agar aktivitas tetap nyaman tanpa terganggu bau badan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa anda lakukan.
Memutus Pertumbuhan Bakteri Sejak dari Kamar Mandi
Langkah utama untuk mencegah bau badan adalah menjaga jumlah bakteri di kulit tetap sedikit. Anda disarankan mandi minimal sekali sehari menggunakan sabun antibakteri, terutama pada area lipatan tubuh seperti ketiak, leher, dan selangkangan.
Namun, mandi saja belum cukup. Pastikan tubuh benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian. Bakteri mudah berkembang di tempat yang lembap, sehingga mengeringkan area ketiak dan kaki dengan baik sangat penting. Selain itu, rutin merapikan atau mencukur bulu ketiak juga dapat membantu mengurangi bau badan. Rambut di area ketiak bisa menahan keringat dan membuat bakteri lebih mudah berkembang.
Gunakan Produk Perawatan di Waktu yang Tepat
Memilih antara deodoran dan antiperspiran sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anda. Deodoran berfungsi membantu mengurangi bau badan dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau. Jika masalah utama adalah ketiak basah, antiperspiran bisa menjadi pilihan karena bekerja dengan mengurangi produksi keringat.
Waktu penggunaan juga berpengaruh. Antiperspiran sebaiknya dipakai pada malam hari sebelum tidur. Saat tubuh beristirahat, produksi keringat menurun sehingga bahan aktif dalam produk dapat bekerja lebih maksimal dan memberikan perlindungan hingga keesokan harinya.
Bagi Anda yang memiliki produksi keringat sangat banyak, menggunakan produk dengan label clinical strength bisa menjadi solusi karena biasanya memiliki kandungan bahan aktif yang lebih kuat.
Pilih Pakaian yang Nyaman dan Menyerap Keringat
Jenis pakaian yang anda gunakan juga memengaruhi munculnya bau badan. Saat cuaca panas, sebaiknya pilih pakaian berbahan alami seperti katun atau linen karena memiliki sirkulasi udara yang baik.
Sebaliknya, hindari bahan sintetis seperti poliester yang cenderung menahan panas dan membuat kulit lebih lembap. Pilih juga pakaian yang longgar agar udara dapat mengalir dengan baik di sekitar tubuh.
Warna pakaian juga berpengaruh. Warna terang cenderung memantulkan panas matahari, sedangkan warna gelap menyerap panas. Jika pakaian sudah sangat basah oleh keringat, sebaiknya segera diganti agar bau tidak semakin menempel.
Jaga Aroma Tubuh dari Dalam
Makanan yang anda konsumsi ternyata bisa memengaruhi aroma tubuh. Beberapa makanan dengan aroma kuat, seperti bawang putih, bawang bombay, dan makanan pedas, dapat membuat keringat berbau lebih tajam. Minuman berkafein juga bisa memicu produksi keringat menjadi lebih banyak.
Selain makanan, tingkat stres juga berpengaruh pada bau badan. Saat stres, tubuh menghasilkan jenis keringat yang lebih kental dan mudah menimbulkan bau. Karena itu, menjaga pikiran tetap tenang dan cukup minum air dingin, dapat membantu tubuh terasa lebih segar sekaligus menjaga aroma tubuh tetap nyaman sepanjang hari di cuaca yang panas. [Meychel Salsabyla]






