Jombang (beritajatim.com) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto telah mencatatkan capaian yang signifikan di Kabupaten Jombang.
Hingga saat ini, jumlah kepesertaan Program JKN di Kabupaten Jombang telah mencapai 1.329.202 jiwa, atau sekitar 96,25% dari total jumlah penduduk yang berjumlah 1.380.963 jiwa. Capaian ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Jombang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto, dalam kegiatan pemberian informasi kepada media yang digelar di RM Zam Zam Jombang pada Selasa (7/4/2026), menjelaskan bahwa jumlah peserta yang terdaftar semakin menunjukkan komitmen Program JKN untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Cakupan kepesertaan di Jombang kini telah mencapai 96,25%. Ini adalah capaian yang sangat menggembirakan, namun kami tetap berusaha untuk menjangkau masyarakat yang belum terdaftar agar dapat menikmati manfaat Program JKN,” ujar Titus.
Lebih lanjut, Titus menjelaskan bahwa di Jombang, fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan juga semakin berkembang. Saat ini, Kabupaten Jombang memiliki 91 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 17 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang siap melayani peserta JKN.
Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut, diharapkan peserta dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai bagian dari upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal informasi dan pengaduan yang bisa diakses oleh peserta, baik secara langsung maupun melalui layanan non-tatap muka. Peserta JKN dapat menghubungi WhatsApp PANDAWA (08118165165), aplikasi mobile, atau Call Center 165 untuk mendapatkan informasi atau menyampaikan keluhan.
Titus juga mengingatkan peserta untuk selalu memeriksa status kepesertaan mereka dan memastikan bahwa kepesertaan mereka tetap aktif. “Pastikan status kepesertaan aktif agar saat membutuhkan fasilitas kesehatan, layanan dapat langsung diberikan tanpa hambatan,” tambah Titus.
Selain itu, Titus menghimbau agar peserta JKN tidak mudah termakan oleh berita hoaks yang beredar terkait program ini. “Kami berharap masyarakat selalu melakukan kroscek melalui kanal resmi BPJS Kesehatan agar informasi yang diterima tidak keliru,” tuturnya.
Program JKN di Kabupaten Jombang menunjukkan hasil yang positif, namun BPJS Kesehatan dan media juga berperan penting dalam menyebarkan informasi yang benar agar lebih banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan program ini. Sehingga, diharapkan seluruh masyarakat Jombang bisa memperoleh layanan kesehatan yang layak dan terjangkau melalui JKN. [suf]






