Surabaya (beritajatim.com) – Banyak orang masih bingung menentukan pilihan minuman yang tepat setelah lari, apakah sebaiknya minum air dingin atau air hangat. Bahkan, masih beredar anggapan bahwa minum air dingin setelah lari bisa berdampak buruk pada otot atau tubuh.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Secara medis, baik air dingin maupun air hangat memiliki manfaat masing-masing jika dikonsumsi dalam kondisi yang sesuai. Suhu air yang diminum setelah berlari memang berperan dalam proses penggantian cairan tubuh (rehidrasi) sekaligus membantu pemulihan kondisi tubuh.
Air Dingin Membantu Menurunkan Suhu Tubuh
Banyak pelari memilih air dingin karena terasa segar setelah beraktivitas. Secara medis, air dingin dengan suhu sekitar 15–21°C dapat membantu menurunkan suhu tubuh yang meningkat setelah berolahraga. Kondisi ini penting untuk mencegah tubuh terlalu lelah dan mengurangi risiko dehidrasi.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung minum lebih banyak saat air dalam kondisi dingin dibandingkan air hangat. Hal ini membantu tubuh mendapatkan cairan lebih banyak sehingga proses rehidrasi menjadi lebih optimal.
Meski begitu, air yang diminum sebaiknya tidak terlalu dingin, yaitu di bawah 15°C. Air yang terlalu dingin dapat memicu penyempitan pembuluh darah secara tiba-tiba dan pada beberapa orang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut kembung atau pusing.
Peran Air Hangat dalam Pemulihan Otot
Di sisi lain, air hangat juga memiliki manfaat tersendiri. Minum air hangat dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh menjadi lebih lancar.
Kondisi ini dapat membantu mempercepat pemulihan otot yang tegang setelah berlari serta mengurangi rasa nyeri setelah latihan. Selain itu, air hangat juga terasa lebih nyaman bagi pencernaan dan dapat mengurangi risiko rasa tidak nyaman pada lambung saat tubuh masih panas.
Menyeimbangkan Pilihan demi Kesehatan
Meski setiap suhu air memiliki manfaat, para pakar dari American College of Sports Medicine menyarankan air sejuk pada kisaran 15–22°C sebagai pilihan yang paling aman dan efektif. Suhu ini cukup membantu menurunkan suhu tubuh tanpa mengganggu pembuluh darah dan sistem pencernaan.
Beberapa penelitian juga menyebut suhu sekitar 16°C, atau setara air keran yang sejuk, sebagai suhu yang paling optimal karena dapat mendorong seseorang minum lebih banyak dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Selain itu, penting untuk menghindari perubahan suhu yang terlalu drastis. Setelah berlari, sebaiknya beri jeda sekitar 2 hingga 5 menit agar suhu tubuh mulai stabil sebelum minum air dingin. Dengan memahami kondisi tubuh, anda dapat memilih suhu air yang paling nyaman dan mendukung pemulihan setelah berolahraga. [Meychel Salsabyla]






