Surabaya (beritajatim.com)- Pernah merasa kurang percaya diri saat memakai sandal terbuka karena tumit terlihat pecah-pecah? Kondisi ini, yang dikenal sebagai heel fissures, dan sering dialami banyak orang. Biasanya akan mengganggu penampilan, namun jika dibiarkan, pecah-pecah tersebut bisa semakin dalam hingga terasa sakit saat berjalan, bahkan bisa berisiko infeksi.
Masalah ini biasanya dimulai dari kulit tumit yang kering dan menebal, atau yang sering disebut kapalan. Kulit yang menebal ini kehilangan kelenturannya, sehingga tidak mampu menahan tekanan tubuh dengan baik. Saat berdiri atau berjalan, tekanan pada tumit membuat kulit yang kaku menjadi retak.
Penyebabnya cukup beragam, salah satunya faktor lingkungan. Udara dingin dan kering, kebiasaan mandi air panas, serta penggunaan sabun yang keras dapat menghilangkan kelembapan alami kulit. Akibatnya, kulit kaki yang memang memiliki sedikit kelenjar minyak menjadi lebih mudah kering dan kasar.
Selain itu, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh. Terlalu lama berdiri di permukaan keras atau sering memakai alas kaki terbuka seperti sandal jepit dapat memperparah kondisi. Alas kaki terbuka tidak mampu menopang tumit dengan baik, sehingga tekanan menyebar ke samping dan memicu retakan.
Dilansir dari DermNet, faktor kesehatan juga bisa menjadi penyebab tumit pecah-pecah. Seperti obesitas, gangguan tiroid, penyakit kulit seperti psoriasis, hingga infeksi jamur dapat berkaitan dengan tumit pecah-pecah. Pada penderita diabetes, kondisi ini perlu lebih diperhatikan karena retakan kecil bisa berkembang menjadi luka yang serius.
Untuk mengatasi hal tersebut, kunci utamanya adalah menjaga kelembapan kulit secara rutin. Gunakan krim yang mengandung urea, karena bahan ini mampu menarik air ke dalam kulit sekaligus membantu melunakkan kulit mati. Namun jika tumit pecah-pecah anda terlalu lebar dan dalam, hindari penggunaan krim tersebut, karena dapat membuat perih. Menurut penjelasan dari DiabetesontheNet, krim dengan kandungan urea sekitar 25% umumnya lebih efektif dalam mengatasi tumit pecah-pecah..
Perawatan sederhana di rumah juga bisa anda lakukan. Rendam kaki dalam air hangat selama 10-20 menit, lalu gosok perlahan dengan batu apung atau kikir kaki untuk mengangkat kulit keras. Hindari penggunaan alat kikis yang tajam. Setelah itu, segera oleskan pelembap agar kelembapan kulit kaki tetap terjaga.
Untuk hasil lebih maksimal, gunakan pelembap tebal seperti petroleum jelly atau vaseline sebelum tidur, lalu pakai kaus kaki agar kulit tetap lembap sepanjang malam. Anda juga bisa mencoba kaus kaki gel silikon yang membantu mempercepat proses penyembuhan. [Wakhdah Alisa Berliana]






