Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan arah pembangunan yang semakin progresif melalui realisasi program prioritas 2025.
Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, Bupati Jember, Gus Fawait, memaparkan berbagai capaian yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan sosial, serta perbaikan infrastruktur dasar.
Salah satu fokus utama terletak pada sektor pendidikan melalui program 20 Ribu Beasiswa Cinta Bergema. Hingga 2025, sebanyak 7.037 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa dengan skema distribusi yang dirancang tepat sasaran.
Penerima terdiri dari berbagai kategori, mulai dari jalur khusus sebanyak 1.579 mahasiswa, afirmasi ekonomi 2.532 mahasiswa, hingga 1.067 mahasiswa dari kalangan santri dan penghafal Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga mencakup kategori prestasi, guru, dan perangkat desa.
Upaya penguatan kualitas masyarakat tidak berhenti di pendidikan tinggi. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian besar terhadap para penggerak sosial di tingkat akar rumput. Anggaran signifikan dialokasikan untuk mendukung peran mereka dalam pembangunan daerah.
Sebanyak Rp31,92 miliar telah disalurkan kepada 21.399 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Memasuki awal 2026, realisasi penyaluran telah menjangkau 20.699 penerima dengan total anggaran Rp31.048.500.000. Selain itu, dukungan juga diberikan kepada ketua RT dan RW melalui alokasi anggaran Rp67,12 miliar, serta kepada 14.475 kader posyandu dengan total Rp52,21 miliar.
Di sektor kesejahteraan, Pemkab Jember mengedepankan pendekatan yang tidak hanya bersifat bantuan langsung, tetapi juga peningkatan kualitas hunian masyarakat. Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menjangkau 201 keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar hidup masyarakat.
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga terus berjalan dengan cakupan luas. Sebanyak 28.510 warga miskin dan rentan telah menerima bantuan tersebut. Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada kelompok strategis seperti buruh tani tembakau, pekerja pabrik rokok, penyandang disabilitas, serta yatim piatu dengan total penerima mencapai 10.980 jiwa.
Seluruh capaian ini menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka menengah yang diarahkan untuk menciptakan Jember yang lebih inklusif dan berdaya saing. Gus Fawait menempatkan hasil tersebut sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah ke depan. [wir/kun]






