Mojokerto (beritajatim.com) — Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramadhani turun langsung ke Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto untuk memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan tepat sasaran.
Kunjungan ini sekaligus menandai berakhirnya distribusi bantuan beras dan minyak goreng bagi masyarakat Kota Mojokerto.
Dirut Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramadhani menegaskan, penyaluran tahap akhir di Kota Mojokerto ini menjadi momen penting untuk memastikan seluruh bantuan benar-benar diterima masyarakat.
“Hari ini agak spesial karena merupakan penyaluran terakhir di Kota Mojokerto. Sebelumnya sudah dibagikan sebelum Idul Fitri, dan hari ini kita pastikan semuanya tuntas,” ungkapnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari- Maret 2026 tersebut merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar lebih dari 33 juta penduduk di seluruh Indonesia. Karena itu, lanjutnya, pengawasan distribusi menjadi hal krusial agar bantuan tepat sasaran kepada para penerima manfaat.
“Tujuan kami datang langsung adalah untuk mengecek sejauh mana bantuan ini sampai ke masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada yang terlewat dan semuanya benar-benar menerima. Di Kelurahan Gunung Gedangan, tercatat sekitar 832 kepala keluarga (KK) menerima bantuan dan penyaluran hari ini menyasar 252 KK,” katanya.
Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global. Ia juga memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
“Sesuai arahan Presiden dan Komisi XI DPR RI, tidak ada kenaikan harga sembako maupun BBM. Jadi dengan kehadiran kami di sini, harapannya agar masyarakat lebih tenang, lebih nyaman, harga-harga terkendal, tidak ada panic buying, dan kondisi tetap aman, kondusif,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi kepada Bulog atas percepatan penyaluran bantuan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia mengungkapkan, total penerima bantuan di Kota Mojokerto mencapai 14.507 KK. Sebagian besar bantuan telah disalurkan sebelum Lebaran guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Bulog Mojokerto yang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Mojokerto sehingga bantuan bisa disalurkan sebelum Lebaran. Ini sangat membantu masyarakat di Kota Mojokerto karena kebutuhan pangan biasanya meningkat menjelang Idul Fitri. Dan alhamdulillah, hari ini merupakan hari terakhir. Insyaallah seluruh 14.507 KK sudah menerima bantuan,” jelasnya.
Ning Ita (sapaan akrab, red) juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat distribusi pangan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Di Kota Mojokerto, terdapat 18 titik Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pracangan dan 18 KDKMP yang aktif menyalurkan beras SPHP serta kebutuhan pokok lainnya.
“Kami berharap dukungan dari Bulog terus berlanjut agar distribusi pangan di Kota Mojokerto semakin lancar dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan baik,” harapnya.
Dengan rampungnya penyaluran ini, diharapkan bantuan pangan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah dan menjaga stabilitas harga. Sekedar diketahui, di Kota Mojokerto tercatat ada sebanyak 14.507 Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bantuan pangan. Sementara di Kabupaten Mojokerto tercatat penerima manfaat ebanyak 156.513 KK. [tin/ted]






