Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Jombang – Mojokerto (Jomo) pada Kamis malam, 2 April 2026, tepatnya di KM 689+500 A.
Bus Restu dengan nomor polisi N 7088 UG yang mengangkut 33 penumpang mengalami kecelakaan tunggal, menewaskan satu orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka. Namun, yang menjadi misteri adalah keberadaan sopir bus tersebut. Hingga kini, sopir yang diduga kabur setelah kejadian tersebut belum ditemukan.
Satlantas Polres Jombang tengah memburu keberadaan sopir, yang sangat dibutuhkan untuk memperjelas kronologi kecelakaan. Keterangan dari sopir dianggap krusial, terutama dalam mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut.
Iptu Samsul Arifin, KBO Satlantas Polres Jombang, menyatakan bahwa polisi hanya berhasil menemukan kondektur dan kernet bus, sementara sopirnya masih misterius. “Sopirnya hingga saat ini belum jelas keberadaannya,” ujar Samsul Arifin, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, keterangan dari sopir sangat penting, mengingat kecelakaan tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan ini terjadi saat bus Restu melaju dengan kecepatan tinggi di lajur kiri ruas tol Jombang-Mojokerto. Saat melintas di KM 689+400 A, bus mengalami pecah ban belakang kanan yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali.
Akibatnya, bus oleng dan terperosok ke median jalan, berakhir dengan posisi melintang di KM 689+500 A, menghadap ke barat (berlawanan arah).
Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban yang mengalami luka-luka kini dirawat di tiga rumah sakit berbeda: RS Al Azis Tembelang (7 korban), RS Islam Jombang (11 korban), dan RSUD Jombang (15 korban). Salah satu penumpang, Esra Sri T (64), perempuan asal Madiun, dinyatakan meninggal dunia. [suf]






