Gresik (beritajatim.com)– Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia yang jatuh setiap 2 April tahun ini menjadi momentum kuat bagi Kabupaten Gresik untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap kesetaraan penyandang autisme.
Suasana penuh semangat dan haru mewarnai kegiatan yang digelar bersama UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (LPABK) Dinas Pendidikan setempat.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang akrab disapai Gus Yani menegaskan seluruh penyandang autisme, baik anak-anak maupun orang dewasa, memiliki hak yang sama dalam menjalani kehidupan yang bermakna tanpa diskriminasi.
“Kita pastikan semua anak dan orang dewasa dengan autisme di Gresik memiliki kedudukan yang setara, tanpa terkecuali. Mereka berhak hidup utuh dan dihargai di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Bupati milenial ini menuturkan, ada tiga aspek penting dalam mendukung penyandang autisme. Yakni, lingkungan sosial inklusif, dukungan medis dan peran keluarga.
“Menuju Gresik yang inklusif bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Komitmen ini diatas bukan sekadar wacana. Tercatat ada 72 tenaga kerja penyandang disabilitas (TKPD) yang telah terserap di berbagai sektor. Rinciannya, 15 orang bekerja di instansi pemerintah, 11 orang di BUMN dan BUMD, dan 46 orang di perusahaan swasta
Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 di Gresik menjadi bukti bahwa perubahan nyata sedang terjadi. Tidak lagi berhenti pada kampanye, tetapi sudah bergerak menuju aksi konkret—membuka akses, menciptakan peluang, dan merangkul semua tanpa terkecuali.
Momentum ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk ikut membangun Indonesia yang lebih inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. (dny/ted)






