Pamekasan (beritajatim.com) – Temu Alumni Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Ulum Bata-Bata (MUBA) 2001, berlangsung hangat dan penuh makna. Kegiatan yang dihadiri puluhan alumni tersebut sekaligus menjadi ajang untuk kembali menjalin tali silaturahim antar rekan seangkatan.
Temu Alumni MA MUBA 2021 Ke-2 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Ma’ruf Sumber Nangka, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Rabu (1/4/2026). Berlangsung dengan suasana sederhana, namun penuh dengan nuansa keakraban dan kehangatan antar rekan sejawat.
Dalam kegiatan yang juga memperingati Haul Pendiri Pesantren Bata-Bata, KH Abd Majid, juga diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari doa bersama, ramah tamah, sharing pengalaman hingga diskusi ringan mengenai perjalanan karir dan pendidikan masing-masing alumni.
Terlebih kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh KH Muzammil Imron yang notabene sebagai wali kelas MA MUBA 2001, bahkan ia juga menyampaikan beberapa pesan dan kesan yang dapat menjadi inspirasi bagi kalangan alumni, sehingga para alumni mengungkapkan rasa haru karena dapat kembali bersua dengan sahabat lama.
“Tujuan utama dari kegiatan ini di antaranya memperkuat hubungan antar alumni, serta membangun jaringan yang bermanfaat di masa depan. Kami ingin menjaga kebersamaan yang dulu terjalin di pesantren maupun di sekolah agar tetap hidup, sekaligus saling mendukung dalam perjalanan hidup masing-masing,” kata Koordinator Alumni MA MUBA 2001, Bahrurrosi.
Sementara Muzammil Imron menyampaikan beberapa pesan penting melalui halaqah temu alumni dalam rangka sinergi dalam kontribusi sosial, mulai dari nuansa, unsur-unsur, peran alumni hingga manfaat dan hikmah dari temu alumni.

“Nuansa temu alumni ini setidaknya dapat diklasifikasikan dalam tiga poin, meliputi nostalgia kepesantrenan berisi memburu ilmu, memburu barokah dan memburu teman, termasuk melihat ulang perkembangan pesantren mulai bidang pendidikan, manajerial dan sarpras, serta mengenang para masyayih dengan doa bersama, sekaligus mengambil uswah (teladan),” ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga menyampaikan beberapa peran alumni yang harus senantiasa dijaga. “Di antara peran dari alumni itu, yakni berkontribusi rill bagi pesantren melalui tenaga, pemikiran dan dana, dan tentunya berkontribusi bagi masyarakat, baik keluarga, tetangga dan bangsa. Termasuk juga berdakwah dan nasyrul ilmi, serta selalu menjaga nama baik pesantren,” imbuhnya.
“Beberapa manfaat positif, di antaranya mempererat tali silaturahim yang sempat terputus karena kesibukan masing-masing, membangun networking (jejaring) yang dapat membuka peluang kerja dan kolaborasi, berbagi pengalaman dan motivasi khususnya bagi alumni yang sedang menempuh pendidikan atau merintis karir, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater sehingga muncul keinginan untuk berkontribusi secara langsung,” sambung Muzammil Imron.
Tidak hanya itu, asatidz Pesantren Bata-Bata yang juga tercatat sebagai Pengawas Yayasan Mambaul Ulum Bata-Bata (YASMUBA) juga menyampaikan beberapa hikmah dari temu alumni, “Beberapa hikmah dari kegiatan ini di antaranya refleksi diri, sosial, spiritual dan sains,” tegasnya .
“Selain manfaat praktis, terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik bersama, meliputi pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, karena relasi dapat menjadi kekuatan di masa depan. Setiap individu memiliki jalan hidup berbeda, namun kebersamaan di masa lalu tetap menjadi pengikat yang kuat. Rasa syukur atas perjalanan hidup masing-masing, sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Serta kesadaran bahwa kebersamaan sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan yang tulus,” pungkasnya. [pin/kun]






