Blitar (beritajatim.com) – Suasana tenang di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar mendadak berubah mencekam pada Selasa malam (31/3/2026). Seorang pemuda berinisial TR (19), warga Lingkungan Klemunan, dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Majapahit di KM 102+00 petak jalan Kesamben–Wlingi.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 18.53 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan laporan kepolisian, korban diduga berada dalam posisi tidur di atas rel sebelum tertabrak kereta.
Kasi Humas Polres Blitar, Saeful Muheni, menjelaskan bahwa insiden bermula saat KA PLB 245b (Majapahit) melaju dari arah Malang menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Memasuki wilayah Kelurahan Tangkil, tepatnya di sekitar KM 102+04 dekat area jembatan, masinis melihat sosok manusia tergeletak di atas rel. Upaya peringatan langsung dilakukan dengan membunyikan klakson (Semboyan 35) berulang kali.
“Masinis sudah mencoba membunyikan klakson, namun korban tetap berada di atas rel hingga akhirnya tertabrak,” ujar Saeful Muheni.
Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai kejadian, masinis segera melaporkan insiden tersebut ke petugas Stasiun Wlingi dan kepolisian setempat. Tim Inafis langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik kejadian tersebut. Sejumlah keterangan dari keluarga dan kerabat korban tengah dihimpun.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait motif kejadian ini. Saat ini fokus utama adalah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” imbuhnya. [owi/beq]






