Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mendorong penghematan penggunaan gas elpiji 3 kilogram (LPG melon) sebagai respons atas imbauan efisiensi energi dari pemerintah pusat. Kebijakan ini difokuskan pada upaya memastikan distribusi gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa persoalan utama elpiji bukan semata ketersediaan, melainkan ketepatan penggunaan oleh masyarakat yang berhak.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Pendopo RBA Ki Ronggo, Senin (30/3/2026).
Menurut Bupati yang akrab disapa Ra Hamid itu, hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan elpiji. Meski sebelumnya telah muncul imbauan penghematan dan wacana pengalihan ke energi listrik, kebijakan tersebut belum ditetapkan secara formal.
“Belum ada sampai saat ini keputusan instruksi resmi tentang LPG, walaupun ada imbauan kemarin tentang pengalihan oleh Presiden ya ke listrik, tapi sampai saat ini belum ada itu. Nah kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan kondisi yang ada dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, khususnya yang masuk kategori desil 1 hingga 5. Oleh karena itu, masyarakat di luar kategori tersebut diminta memiliki kesadaran untuk tidak menggunakan gas bersubsidi.
“Sebetulnya LPG 3 kg itu, LPG melon itu kan diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Batasnya desil tertentu, 1 sampai 5 kalau tidak salah. Nah kita berharap yang di luar itu, kita imbau kesadarannya untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi. Kasian,” tegasnya.
Imbauan penghematan juga sebelumnya disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mendorong efisiensi penggunaan energi di tengah dinamika global.
Bupati berharap kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama agar distribusi LPG tetap tepat sasaran dan berkeadilan. Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mengalami kesulitan dalam mengakses energi bersubsidi.
Pemkab Bondowoso juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebijakan terkait elpiji berjalan efektif di daerah. Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan energi serta melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan gas subsidi di lingkungan sekitar. [awi/beq]






