Madiun (beritajatim.com) – Aksi pencurian nekat terjadi di kantor Koperasi Mekar yang berada di Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/3/2026) siang, saat kondisi kantor dalam keadaan sepi karena aktivitas libur.
Aksi pelaku baru diketahui sehari kemudian, Sabtu (28/3/2026) malam, setelah karyawan datang dan mendapati kondisi ruangan sudah acak-acakan. Sejumlah barang berharga milik koperasi pun dilaporkan hilang.
Dari hasil pengecekan, pelaku berhasil membawa kabur satu unit brankas yang berisi uang tunai sekitar Rp1,2 juta, serta 14 unit handphone yang disimpan di dalam kantor. Total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Salah satu karyawan koperasi, Syarif Hidayatulloh, mengungkapkan bahwa aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi. Dalam rekaman itu, terlihat dua orang pelaku masuk ke area kantor dengan mengenakan topi dan masker untuk menutupi identitas.
“Yang terlihat di CCTV ada dua orang. Mereka pakai topi dan masker, jadi wajahnya tidak terlalu jelas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, jumlah pelaku diduga lebih dari dua orang. Hal itu mengingat barang yang dibawa cukup banyak, termasuk brankas yang memiliki bobot cukup berat.
Ia juga menjelaskan, saat kejadian kondisi kantor memang tidak dalam pengawasan penuh. Meski ada petugas piket, namun yang bersangkutan sedang meninggalkan lokasi untuk keperluan tertentu.
“Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu kantor kosong karena yang piket sedang keluar,” jelasnya.
Aksi pencurian yang terjadi di siang hari ini membuat karyawan dan pengurus koperasi terkejut. Pasalnya, selama ini lingkungan sekitar dikenal relatif aman dan jarang terjadi tindak kriminal.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polres Madiun bersama tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV.
Polisi juga masih mendalami keterangan para saksi serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi tersebut. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku. (rbr/kun)






