Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mencanangkan gerakan bersepeda ke kantor atau bike to work bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirangkaikan dengan kegiatan kerja bakti lingkungan. Pencanangan ini dipimpin langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di tanggul Sungai Brangkal, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon.
Gerakan tersebut diawali dengan para ASN bersepeda dari tempat tinggal masing-masing menuju Balai Kota untuk mengikuti apel pagi. Setelah itu, sebagian ASN melanjutkan aktivitas kerja di kantor masing-masing, sementara lainnya mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungan serta gowes bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota meninjau sejumlah titik.
“Karena tajuknya bike to work, maka bersepeda menuju tempat kerja dimulai dari rumah masing-masing menuju Balai Kota untuk apel. Setelah itu ada yang kembali ke tempat kerja, ada juga yang mengikuti kerja bakti. Kami sekaligus meninjau beberapa titik tanggul sungai yang membutuhkan revitalisasi,” ungkapnya, Jumat (27/3/2026).
Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, Kota Mojokerto dilalui tujuh sungai besar yang memerlukan perhatian berkelanjutan, khususnya pada kondisi tanggul guna mencegah potensi bencana. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemetaan kebutuhan revitalisasi infrastruktur pengendali banjir di wilayah Kota Mojokerto.
Selain aspek lingkungan, gerakan bersepeda ke kantor juga dikaitkan dengan upaya penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional. Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk menekan beban fiskal negara akibat kenaikan harga minyak dunia.
“Kita harus berhitung terkait anggaran. Tidak semuanya menggunakan anggaran Pemkot. Yang jelas, pejabat yang mendapat mobil dinas itu BBM-nya dari APBD, tapi untuk sekitar 5.600 ASN mayoritas menggunakan BBM dari uang pribadi. Namun nawaitunya bukan sekadar penghematan APBD, melainkan mendukung penghematan konsumsi BBM nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat menargetkan penurunan konsumsi BBM hingga 20 persen melalui berbagai kebijakan, termasuk skema kerja dari rumah (work from home). Hal ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah yang melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Dalam materi yang kami terima, harga minyak yang ditetapkan di APBN sekitar 70 dolar AS per barel, tetapi sempat menembus 97 dolar AS per barel. Artinya tambahan subsidi yang harus dikeluarkan negara sangat besar. Jika konsumsi BBM tidak ditekan, beban fiskal negara akan semakin berat,” jelasnya.
Melalui ‘Gerakan Bersepeda ke Kantor’, tersebut, Pemkot Mojokerto berharap budaya bersepeda dapat menjadi kebiasaan baru di kalangan ASN sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan efisiensi energi. Guna mendukung kebijakan pemerintah pusat penurunan konsumsi BBM nasional hingga 20 persen. [ADV-kom]








