Pasuruan (beritajatim.com) – Sektor pertanian di Kabupaten Pasuruan terpukul hebat setelah ribuan hektare sawah terendam banjir dan mengalami puso, memaksa petani gagal panen dan menanggung kerugian besar pada awal tahun 2026.
Genangan air yang tak kunjung surut akibat luapan sungai menyebabkan tanaman padi membusuk dan mati. Kondisi ini membuat para petani kehilangan hasil panen yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan mereka.
Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini bergerak cepat melakukan inventarisasi kerusakan lahan untuk memastikan langkah penanganan berjalan tepat sasaran. Pendataan difokuskan pada wilayah persawahan yang terdampak paling parah.
Gubernur Jawa Timur melalui jajarannya menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana.
“Tadi Pak Wakil Bupati bersama Dinas Pertanian Jawa Timur juga sudah melakukan pemetaan dan pendataan lahan,” ungkap Khofifah Indar Parawansa, Kamis (26/3/2026).
Proses verifikasi dilakukan secara detail dengan melibatkan penyuluh lapangan yang turun langsung ke desa-desa terdampak untuk menghitung luas sawah yang masuk kategori puso atau gagal panen total.
Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan bantuan benih unggul bagi petani agar dapat segera memulai masa tanam baru setelah kondisi air surut.
“Dinas Pertanian Pemprov Jawa Timur akan siap untuk membantu benih karena itu kemudian dinyatakan puso karena rendaman banjir ini,” jelas Khofifah.
Selain bantuan benih, koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi yang rusak akibat terjangan banjir. Perbaikan ini dinilai krusial agar sistem pengairan dapat kembali normal saat musim tanam berikutnya dimulai.
Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur, khususnya di kawasan Pasuruan yang menjadi salah satu lumbung pertanian.
Di sisi lain, pemantauan kondisi cuaca terus diperketat guna membantu petani menentukan waktu tanam yang tepat, sehingga risiko gagal panen akibat banjir susulan dapat diminimalkan. [ada/beq]






