Surabaya (beritajatim.com)- Radang amandel atau tonsilitis sering dianggap sebagai sakit tenggorokan biasa yang bisa sembuh sendiri. Padahal, amandel punya peran penting sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan bakteri dan virus yang masuk melalui mulut atau hidung.
Saat amandel meradang, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup parah.
Gejala radang amandel biasanya cukup mudah dikenali. Tenggorokan terasa sangat sakit, amandel terlihat merah dan bengkak, serta bisa muncul bercak putih atau kuning di permukaannya.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami demam, sakit kepala, bau mulut, hingga suara menjadi serak atau terdengar tertahan. Kelenjar getah bening di leher juga sering ikut membengkak dan terasa nyeri saat disentuh.
Radang amandel bisa dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada anak kecil, gejalanya kadang tidak disampaikan secara langsung.
Orang tua perlu waspada jika anak sering mengeluarkan air liur karena sakit saat menelan, sulit makan, atau menjadi lebih rewel dari biasanya. Penyebab radang amandel bisa berasal dari virus atau bakteri.
Radang amandel tidak boleh diremehkan karena bisa menimbulkan masalah lanjutan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan penumpukan nanah di sekitar amandel. Dalam jangka panjang, amandel yang sering meradang juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur atau sleep apnea.
Bahkan, infeksi bakteri yang tidak sembuh dengan baik bisa berdampak pada kesehatan jantung dan ginjal.
Untuk penanganan awal di rumah, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.
Salah satunya adalah perbanyak minum cairan hangat seperti sup atau teh madu untuk membantu meredakan tenggorokan. Makanan dingin seperti es krim atau puding juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri sementara.
Selain itu, berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari dapat membantu meredakan rasa sakit dan gatal di tenggorokan.
Istirahat yang cukup juga sangat penting agar tubuh bisa melawan infeksi. Jika nyeri atau demam terasa mengganggu, obat bebas seperti paracetamol atau ibuprofen bisa digunakan sebagai bantuan sementara.
Namun, jika dokter menyatakan penyebabnya adalah bakteri, antibiotik harus diminum sesuai anjuran dan dihabiskan, meskipun kondisi sudah membaik.
Pada kasus tertentu, radang amandel bisa sering kambuh, misalnya hingga beberapa kali dalam setahun, atau menyebabkan gangguan pernapasan.
Saat kondisi amandel sudah separah itu, dokter biasanya akan menyarankan operasi pengangkatan amandel atau tonsilektomi.
Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi berulang. Prosedur ini kini cukup umum dan masa pemulihannya relatif cepat. [Wakhdah Alisa Berliana]






