Banyuwangi (beritajatim.com) – Sekretaris Inspektorat Jenderal (Ses Itjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Ika Yusanti, lakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi.
Kunjungan dilakukan dalam rangka monitoring dan pengawasan (Monev) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan guna memastikan kesiapan pelayanan selama momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Dalam tinjauan tersebut, Ika Yusanti fokus memastikan bahwa layanan kunjungan khusus Lebaran bagi keluarga warga binaan berlangsung secara aman, nyaman, dan tertib.
Ia menyisir setiap aspek pelayanan, mulai dari alur pendaftaran, penempatan personel petugas di titik-titik krusial, keterlibatan bantuan pengamanan dari TNI dan Polri, hingga teknis pelaksanaan besukan tatap muka.
“Kami ingin memastikan negara hadir memberikan layanan terbaik di hari yang fitri ini. Hak warga binaan untuk bertemu keluarga tetap terpenuhi dengan tetap mengedepankan standar keamanan yang ketat,” ujarnya.
Tidak hanya memantau infrastruktur, Ika juga sempat berdialog dengan sejumlah keluarga warga binaan yang sedang mengantre maupun yang berada di ruang kunjungan.
Secara garis besar, Ika memberikan apresiasi atas kesiapan Lapas Banyuwangi. Menurutnya, manajemen alur kunjungan sudah tertata dengan baik. Ia juga menyoroti aspek keamanan yang dinilai sangat solid berkat sinergi lintas instansi.
“Layanan yang diberikan sudah bagus dan humanis. Dari sisi keamanan juga sangat diperhatikan, terutama dengan adanya dukungan personel dari TNI dan Polri yang membantu mempertebal pengamanan selama masa libur lebaran ini,” jelasnya.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan risiko dan peningkatan kewaspadaan sejak jauh hari. Seluruh kekuatan personel dikerahkan untuk memperkuat layanan selama momen hari raya.
Wayan memaparkan bahwa Lapas Banyuwangi memberlakukan skema kunjungan khusus Idul Fitri. Berdasarkan data di lapangan, lonjakan pengunjung baru mulai terlihat signifikan pada hari keempat atau hari terakhir layanan kunjungan Lebaran. Meski terjadi peningkatan volume massa, petugas gabungan tetap mampu mengendalikan situasi sehingga layanan tetap berjalan sesuai SOP.
“Pembagian sesi ini terbukti efektif dalam memecah kerumunan dan menjaga ketertiban di dalam area Lapas. Selama empat hari berjalan, seluruh proses kunjungan terpantau aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Wayan. [alr/aje]






