Situbondo (beritajatim.com) – Suara gemuruh keras mendadak memecah kesunyian di Dusun Karang Anyar Timur, Desa Kendit, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, pada Kamis sore (19/03/2026). Suara tersebut ternyata berasal dari ambruknya dapur rumah milik Beni Yuswanto yang diterjang hujan lebat disertai angin kencang.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) setelah menerima laporan dari warga.
“Iya benar, kami menerima laporan dari warga mengenai kejadian rumah ambruk bagian dapur milik Pak Beni Yuswanto. Tim kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan asesmen,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di dalam rumah. Ia terkejut bukan main setelah mendengar suara gemuruh keras dari arah belakang rumahnya.
“Menurut keterangan yang kami himpun di lapangan, pemilik rumah sedang berada di dalam. Tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh, setelah keluar dan memeriksa, ternyata dapur rumahnya sudah ambruk rata dengan tanah,” jelas Puriyono.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemilik rumah yang merupakan satu kepala keluarga dengan tiga jiwa selamat tanpa luka sedikit pun. Namun, sejumlah perabotan rumah tangga yang ada di dapur mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan yang roboh.
Hasil asesmen tim TRC BPBD Situbondo mencatat bahwa bangunan dapur yang ambruk merupakan konstruksi semi permanen dengan ukuran panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter. Kondisi bangunan masuk dalam kategori rusak ringan dengan taksiran kerugian mencapai kurang lebih Rp3.000.000.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Situbondo bersama unsur terkait langsung turun tangan. Petugas gabungan dari BPBD, Kecamatan Kendit, Koramil, Polsek, Tagana Dinas Sosial, Pemerintah Desa Kendit, serta warga sekitar bahu-membahu melakukan penanganan.
“Langkah-langkah yang kami lakukan antara lain meninjau langsung lokasi, berkoordinasi dengan pihak kecamatan, koramil, polsek, dan pemdes setempat, serta melakukan kaji cepat terkait kerusakan dan kerugian. Selanjutnya, kami juga akan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana dan menyalurkan bantuan logistik,” terang Puriyono.
Selain melakukan pendataan dan koordinasi, tim BPBD Situbondo juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. Jika memungkinkan, segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman,” pungkas Puriyono. (awi/kun)






