Pasuruan (beritajatim.com) – Kesiapan infrastruktur keamanan di wilayah Kabupaten Pasuruan mulai diperketat seiring dengan dimulainya periode perjalanan pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Aparat kepolisian telah memetakan sejumlah titik krusial yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan, baik di jalur arteri maupun jalan tol.
Langkah antisipasi ini diwujudkan melalui penggelaran Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dirancang untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas selama 13 hari ke depan. Fokus utama petugas adalah memastikan setiap pemudik yang melintasi wilayah Pasuruan mendapatkan akses perjalanan yang aman tanpa kendala kamtibmas yang berarti.
Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan bahwa seluruh kekuatan armada dan personel telah berada dalam posisi siap siaga di lapangan. “Polres Pasuruan bersama TNI dan instansi terkait siap melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Sebanyak tujuh titik posko telah didirikan, mencakup empat Pos Pengamanan di lokasi keramaian seperti Alun-Alun Bangil hingga kawasan wisata Tosari menuju Bromo. Selain itu, dua Pos Pelayanan di jalur tol dan satu Pos Terpadu di Taman Dayu Pandaan disiapkan sebagai pusat kendali mobilitas warga.
Pengerahan kekuatan ini melibatkan sedikitnya 220 personel Polri yang didukung penuh oleh ratusan petugas tambahan dari berbagai instansi lintas sektoral. Sinergi ini mencakup peran aktif dari TNI, Dinas Perhubungan, hingga organisasi kemasyarakatan yang akan berjaga secara bergantian di setiap pos.
Harto menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya terbatas pada jalan raya, tetapi juga menyasar pusat perbelanjaan dan rumah ibadah. “Kami berharap situasi kamtibmas tetap kondusif serta arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan lancar dan terkendali,” tuturnya, menekankan target operasi.
Tim cadangan juga telah disiagakan di markas komando untuk mengantisipasi potensi gangguan mendadak seperti bencana alam atau kecelakaan lalu lintas yang menonjol. Jalur wisata tetap menjadi perhatian khusus mengingat tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi destinasi alam selama masa libur panjang berlangsung.
Melalui persiapan yang matang ini, otoritas keamanan optimistis angka kecelakaan dan tindak kriminalitas dapat ditekan secara signifikan di wilayah hukum Pasuruan. Masyarakat pun diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama selama merayakan hari kemenangan. (ada/kun)






