Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak 11.418 warga miskin di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berpotensi tidak kebagian jatah bantuan pangan Lebaran 2026 yang sudah disiapkan Pemerintah Pusat.
Adapun, paket bantuan pangan ini mencakup beras 10 kilogram dan dua liter minyak goreng untuk setiap penerima manfaat.
Sebelumnya, Pemkab Lumajang merinci akan ada 140.000 warga miskin dari desil 1-4 yang akan mendapatkan bantuan pangan tersebut.
Sementara, berdasarkan data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang, saat ini terdapat 151.418 kepala keluarga (KK) yang dikategorikan sebagai masyarakat miskin dari desil 1-4 tahun 2026.
Jika dikalkulasi, artinya ada sebanyak 11.418 warga miskin di Lumajang yang tidak masuk daftar penerima bantuan.
“Saat ini ada 151.418 KK (penduduk miskin desil 1-4, Red),” terang Kepala Dinsos-P3A Lumajang Indriono Krishna Mukti saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Retno Wulan Andari mengatakan, bantuan pangan ini diberikan kepada 140.000 warga miskin.
“Untuk jumlah penerima manfaat bantuan pangan ini ada sebanyak 140.000 yang diambil dari desil 1-4,” ucapnya.
Menurut Retno, meski data penerima manfaat sudah dikantongi, proses penyaluran bantuan baru bisa dilakukan setelah momen libur Lebaran Idul Fitri.
Hal ini diakui sudah menjadi keputusan bersama antara Pemkab Lumajang dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Jadi, hasil koordinasi kami dengan Bulog, bantuan di Lumajang baru bisa didistribusikan setelah lebaran karena minyak goreng belum datang,” ungkap Retno. (has/but)






