Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak 496 penumpang mulai melakukan perjalanan mudik menuju Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, melalui Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Rabu (11/3/2026).
Para pemudik tersebut diberangkatkan menggunakan kapal Sabuk Nusantara 91 dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 12 jam menuju Pulau Sapeken.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menyediakan fasilitas mudik gratis, pada tahun ini para penumpang harus menanggung biaya perjalanan secara mandiri. Tarif yang dikenakan untuk satu kali perjalanan sebesar Rp 30 ribu per orang.
Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi, Budi Sanjoyo, mengatakan menjelang Hari Raya Idulfitri pihaknya telah menyiapkan lima jadwal keberangkatan kapal bagi pemudik tujuan Pulau Sapeken.
Jadwal keberangkatan telah dimulai pada 6 Maret, kemudian dilanjutkan pada 11 Maret. Selanjutnya perjalanan mudik dijadwalkan kembali pada 16, 17, dan 19 Maret 2026.
“Setelah ini masih ada tiga keberangkatan lagi bagi penumpang menuju Pulau Sapeken,” ujarnya.
Budi menjelaskan puncak arus mudik menuju Pulau Sapeken diperkirakan terjadi pada 17 Maret mendatang, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang memilih pulang kampung menjelang Idulfitri.
Pada perjalanan kedua mudik tahun ini, ia menyebut terdapat sedikit peningkatan jumlah penumpang dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Mayoritas penumpang didominasi oleh pekerja sektor non-formal.
“Untuk jumlah peningkatan kemungkinan ada tapi tidak signifikan, untuk totalnya nanti baru akan diketahui di akhir perjalanan usai penumpang seluruhnya melakukan penyebrangan,” tandasnya. [alr/beq]






