Jombang (beritajatim.com) – Masjid Baitul Muslimin Desa Keras Kecamatan Diwek menjadi saksi berakhirnya rangkaian Safari Ramadhan yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta, Senin malam, 9 Maret 2026.
Acara yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek ini, menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Kepala Bakesbangpol Pemkab Jombang, Camat Diwek, serta Forkopimcam, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan ulama dan umara.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Isya dan tarawih berjamaah, yang diikuti oleh santunan anak yatim. Momen ini menunjukkan perhatian masyarakat terhadap mereka yang membutuhkan di tengah kesibukan Ramadhan.
Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap agar kegiatan keagamaan seperti ini terus berkembang di tahun-tahun mendatang.
“Kementerian Agama terus bertransformasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami siap bersinergi, dan masukan dari masyarakat sangat kami nantikan untuk perbaikan Kemenag Jombang,” katanya.
Kemenag Jombang juga memberikan donasi untuk pengembangan masjid di Desa Keras. Kepala Bakesbangpol Pemkab Jombang, Budi Winarno, memberikan apresiasi yang sama, dengan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari menyambut malam Lailatul Qadar yang penuh berkah.
“Mari kita jaga terus kerukunan dan ketenteraman di masyarakat, agar Ramadhan ini membawa berkah bagi kita semua,” ujar Budi.
Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, mengungkapkan bahwa hubungan antara ulama dan umara semakin solid dari tahun ke tahun. “Setiap tahun, hubungan pemerintah kecamatan Diwek dan Forkopimcam dengan jajaran ulama semakin solid,” ujarnya.
Ia berharap agar tradisi membaca Alquran yang telah dimulai selama Ramadhan dapat diteruskan setelah Lebaran. “Kami akan memberikan mushaf Alquran kepada Camat, Kapolsek, dan Danramil Diwek, agar kegiatan ini bisa dilanjutkan di kantor masing-masing,” ungkapnya.
KH Nur Hadi (Mbah Bolong) dalam mauidzah hasanah-nya menyampaikan pesan penting mengenai keselarasan antara ulama dan umara. “Jangan biarkan perbedaan menjauhkan kita. Kekuatan terletak pada kebersamaan,” katanya.
Mbah Bolong juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara ulama dan umara untuk menciptakan masyarakat yang penuh berkah dan terhindar dari segala bentuk kemaksiatan.
Acara ini ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga kebersamaan dan keharmonisan di masyarakat. “Menjaga ilmu dan ulama itu wajib, tetapi menjaga umara juga penting agar kita tetap berada di jalan yang baik,” pungkas Mbah Bolong.
Dengan berakhirnya Safari Ramadhan di Diwek, pesan yang tersirat adalah pentingnya kebersamaan dalam menjaga keharmonisan masyarakat, memperkuat hubungan antara pemerintah dan ulama, serta menciptakan lingkungan yang penuh berkah bagi semua pihak. [suf]






