Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait memerintahkan seluruh pejabat dan aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mempromosikan program dan hasil pembangunan kepada masyarakat melalui media sosial.
“Hari ini adalah dunia baru yang sangat dipengaruhi oleh media sosial. Maka dalam proses perencanaan, saya berharap seluruh OPD termasuk camat, lurah dan lain sebagainya untuk menyosialisasikan program apapun kepada masyarakat, salah satunya lewat media sosial,” kata Fawait.
“Tapi saya titip, Pak Kadis dan Pak Camat jangan jadi influencer. Jangan jadi kayak YouTuber,” kata Fawait, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027, di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (9/3/2026).
Dengan publikasi program dan hasil pembangunan melalui media sosial, masyarakat Jember akan tahu bahwa birokrasi tidak hanya bekerja di balik meja. “Tujuan saya bukan menyuruh panjenengan untuk jadi orang yang genit di media sosial. Biar itu wilayahnya politisi,” kata Fawait.
Fawait menyebut media massa dan media sosial memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi masyarakat. Dia mencontohkan terjadinya kepanikan pembelian bahan bakar minyak karena kesalahan penafsiran terhadap pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Maka tak hanya cakap memanfaatkan media sosial, para pejabat diminta dekat dengan media massa. “Saya wajibkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), camat, lurah mempunyai hubungan baik dengan kawan-kawan media,” kata Fawait.
Dengan menyampaikan program-program pembangunan melalui media sosial dan media massa, Fawait berharap mendapatkan masukan-masukan yang konstruktif.
Fawait menginginkan semua ASN menjadi corong Pemkab Jember. “Jadi tim sukses. PNS sekarang boleh jadi tim suksesnya bupati. Kalau waktu pilkada, bukan PNS lagi. Itu relawan nanti,” katanya.
Sosialisasi program pembangunan tak hanya dilakukan melalui media sosial, tapi juga alat peraga di jalan seperti banner dan baliho. “Tujuannya adalah sebagai proses kontrol, bahwa program-program ini sudah diketahui enggak oleh masyarakat. Makanya kita pasang banner-banner,” kata Fawait.
Fawait menampik anggapan pemasangan banner sosialisasi program kerja bertujuan menggaet elektoral saat pemilihan kepala daerah beberapa tahun kemudian. “Bukan untuk tujuan pilkada. Saya mau ada pemilu, enggak ada pemilu, banner selalu ada. Apalagi sekarang jadi bupati. Kita pasang banner sosialisasi,” katanya.
Fawait meminta kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Jember untuk tak hanya memasang banner sosialisasi program di jalan-jalan utama. “Kalau di jalan utama. orang rata-rata punya medsos. Masuk ke desa-desa, pasang di desa-desa setiap program-program pemerintah Kabupaten Jember,” katanya.
“Kok ada fotonya Gus Fawait? Ya, bupatinya saya. Masa saya pasang fotonya Pak Helmi (Pejabat Sekretaris Daerah Akhmad Helmi Luqman). Kan enggak lucu. Ya, saya pasang foto saya. Kalau Ketua DPRD mau ikut nampang juga, ya harus lobi sayalah,” kata Fawait tertawa. [wir]






