Pasuruan (beritajatim.com) – Insiden maut terjadi di kawasan Utara Lapangan Merdeka, Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, yang merenggut nyawa seorang remaja putri pada Minggu siang (8/3/2026). Kejadian tragis ini bermula saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut dan menyebabkan sebuah pohon randu besar di tepi jalan roboh seketika.
Hantaman pohon tersebut tepat mengenai pengendara motor yang tengah melintas hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Tim evakuasi segera dikerahkan ke lokasi untuk memindahkan material pohon yang menutup akses jalan sekaligus menolong para korban yang terjepit.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, membenarkan bahwa peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.40 WIB saat angin bertiup kencang. “Kondisi angin kencang membuat pohon mudah tumbang, sehingga warga diminta lebih berhati-hati saat melintas di area rawan pohon besar,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial CAM (14), seorang pelajar asal Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, yang mengalami luka sangat parah. Selain korban jiwa, terdapat tiga warga lain yakni Listaya, Agung, dan Fariyanto yang beruntung hanya mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.
Satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban juga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang pohon randu yang cukup besar. Evakuasi bangkai kendaraan dilakukan bersamaan dengan pembersihan ranting pohon agar arus lalu lintas di jalur tersebut kembali normal.
Pihak BPBD saat ini tengah memperluas koordinasi dengan Satpol PP serta perangkat desa untuk menyisir pohon-pohon yang dinilai sudah berumur dan rawan roboh. Langkah antisipasi ini mendesak dilakukan mengingat wilayah Pasuruan masih berada dalam ancaman cuaca ekstrem dan angin kencang.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa bencana pohon tumbang ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Sukorejo, melainkan juga menyasar beberapa kecamatan lain. Sejumlah titik di Bangil, Kraton, hingga Kalirejo dilaporkan mengalami kejadian serupa meskipun dampak kerusakannya bervariasi.
Hingga saat ini, petugas masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan lengkap mengenai total kerugian materiil akibat rentetan bencana tersebut. “Untuk total keseluruhan dampak bencana hari ini, tim kami masih terus melakukan proses asesmen di lapangan,” pungkas Sugeng Hariyadi. [ada/suf]






