Magetan (beritajatim.com) – Perjalanan pulang sebuah keluarga kecil berubah menjadi tragedi di Jalan Raya Maospati–Ngawi, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Minggu (8/3/2026). Seorang bocah berusia 10 tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama kedua orang tuanya tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.28 WIB. Saat itu Agus Triantoko (36) mengendarai sepeda motor membonceng istrinya, Supriyani (36), serta putra mereka, Artha Rizky Rajendra (10). Keluarga asal Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi tersebut baru saja pulang dari Pasar Glodok.
Mereka keluar rumah untuk memenuhi permintaan sederhana sang anak: membeli baju Lebaran.
Namun ketika melintas di lokasi kejadian, angin kencang tiba-tiba menerjang. Pohon trembesi besar di tepi jalan mendadak tumbang dan langsung menimpa sepeda motor yang mereka kendarai.
Dalam rekaman video warga yang berada di lokasi, terlihat ketiga korban tergeletak di bawah batang pohon besar yang menutup badan jalan. Warga yang panik segera berlarian untuk menolong dan memindahkan korban ke bangunan di pinggir jalan.
Supriyani yang mengalami luka lebih dulu dilarikan ke Puskesmas Karangrejo, Magetan. Sementara Agus yang juga terluka hanya bisa menangis melihat anaknya yang sudah tidak bergerak.
Warga kemudian membawa Agus dan Artha ke puskesmas menggunakan mobil bak terbuka. Namun setelah diperiksa petugas medis, Artha dinyatakan telah meninggal dunia dan diduga sudah meninggal sejak di lokasi kejadian.
Salah satu warga yang berada di lokasi, Prawito, mengatakan angin kencang terjadi tepat sebelum pohon itu tumbang.
“Anginnya kencang, lalu pohon itu tiba-tiba tumbang menimpa orang yang lewat. Ada tiga orang, diduga anaknya sudah meninggal,” ujarnya.
Kepala Dusun Tepas, Siswanto, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian Artha memang meminta dibelikan baju Lebaran kepada orang tuanya.
“Informasi yang kami dapat, anak itu minta dibelikan baju Lebaran. Setelah dibelikan, saat perjalanan pulang justru tertimpa pohon tumbang,” katanya.
Jenazah Artha sempat berada di Puskesmas Karangrejo dan ditunggui ibunya. Sementara Agus dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pohon tumbang itu juga sempat menutup badan jalan nasional Surabaya–Solo dan menyebabkan kemacetan total dari arah Maospati menuju Ngawi maupun sebaliknya.
Petugas BPBD Kabupaten Magetan bersama relawan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mengevakuasi batang pohon dari badan jalan. Setelah pohon berhasil dipindahkan, arus lalu lintas di jalur tersebut kembali normal. [fiq/suf]






