Probolinggo (beritajatim.com) – Suasana Desa Sepuh Gembol, Kabupaten Probolinggo, mendadak memanas, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Keributan pecah antara seorang oknum pensiunan berinisial SDK dengan sejumlah warga yang tengah mengambil batu di sungai untuk pembangunan jembatan secara gotong royong.
Insiden bermula saat warga hampir menyelesaikan pengambilan batu di sungai. Tiba-tiba SDK datang dan menegur warga. Teguran tersebut memicu cekcok mulut hingga situasi memanas.
Menurut keterangan salah satu warga sekitar, Ukhti, pengambilan batu sebenarnya dilakukan untuk kepentingan bersama dalam pembangunan jembatan desa.
“Waktu itu warga hampir selesai mengambil batu untuk gotong royong pembangunan jembatan. Tiba-tiba yang bersangkutan datang dan menegur warga, akhirnya terjadi cekcok,” ujar Ukhti, Sabtu (7/3/2026).
Keributan pun tak terhindarkan. Dalam insiden tersebut, seorang warga dilaporkan sempat mengalami pemukulan.
Tak terima dengan kejadian itu, sejumlah warga kemudian mendatangi rumah SDK untuk meminta klarifikasi. Namun situasi justru kembali memanas setelah SDK disebut keluar rumah sambil membawa senjata tajam.
“Warga yang datang sebenarnya hanya ingin menanyakan maksudnya. Tapi suasana makin tegang saat dia keluar rumah membawa senjata tajam,” tambah Ukhti.
Aksi tersebut memicu kepanikan warga yang berada di lokasi. Beruntung, senjata tajam itu berhasil diamankan sebelum terjadi hal yang lebih fatal.
Keributan yang sempat melibatkan banyak orang itu juga dilaporkan menyebabkan beberapa warga mengalami luka. Warga sekitar kemudian berupaya menenangkan situasi hingga kondisi berangsur kondusif.
Pihak pemerintah desa saat ini masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden yang sempat menghebohkan warga itu. (rap/ian)






