Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketinggian muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro dilaporkan terus mengalami kenaikan sejak Kamis (5/3/2026).
Meski masih berada pada status siaga hijau, warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terlebih dengan prakiraan hujan ringan pada siang hari.
Berdasarkan data pemantauan Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, TMA Bengawan Solo pada Jumat (6/3/2026) pukul 06.00 WIB tercatat mencapai 12,88 peilschaal dengan status Siaga 1 (hijau) dan tren naik.
Kondisi itu mengalami kenaikan jika dibanding pada pukul 00.00 WIB menyentuh 12.77 peilschaal, dan pada pukul 03.00 WIB diangka 12.81 peilschaal.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mulai memantau perkembangan debit air, mengingat kenaikan permukaan Bengawan Solo kerap dipicu hujan di wilayah hulu.
Sementara itu, prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan wilayah Bojonegoro berpotensi mengalami perubahan cuaca sepanjang hari. Pada pagi hari, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 85 persen.
Memasuki siang hari, hujan ringan berpotensi turun dengan suhu meningkat hingga 30 derajat Celsius. Kecepatan angin juga diperkirakan cukup kencang, mencapai sekitar 46,3 kilometer per jam dari arah barat.
Pada malam hingga dini hari, cuaca diprediksi kembali berawan dengan suhu berkisar 23–24 derajat Celsius dan kelembapan udara relatif tinggi hingga 95 persen.
Pemantauan visual di sejumlah wilayah seperti Bojonegoro kota, wilayah selatan, timur, hingga barat juga menunjukkan kondisi langit masih didominasi awan.
Hingga laporan terakhir dari Pusdalops BPBD Bojonegoro, belum ada kejadian bencana yang dilaporkan akibat kondisi cuaca maupun kenaikan muka air Bengawan Solo.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama warga yang tinggal di daerah rawan genangan atau dekat bantaran sungai. Kenaikan debit air Bengawan Solo dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama jika hujan turun di wilayah hulu sungai. [lus/aje]






