Bojonegoro (beritajatim.com) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro memberikan keringanan pemasangan sambungan rumah (SR) bagi warga tidak mampu. Namun, jumlah pemasangan sambungan air bagi warga tidak mampu itu jumlahnya terbatas.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro Khairul Anwar mengatakan, pemberian keringanan pemasangan baru bagi pelanggar air bersih ini dilakukan sudah sejak 2022. Keringanan juga diberikan bagi daerah yang sudah ada jaringan distribusi utama.
“Apabila ada masyarakat yang kurang mampu dan mengajukan pemasang sambungan rumah serta di daerahnya sudah ada jaringan ada semacam keringanan,” ujarnya, Jumat (2/2/2024).
Pada 2022, pemasangan sambungan rumah hingga terpasang meteran dan satu kran air, dibantu keringanan sebesar Rp1 juta. Sehingga pelanggan hanya membayar Rp200 ribu. Kemudian di tahun 2023, diberi keringanan Rp800 ribu, dan pada tahun ini juga sama ditambah pembatasan kuota hanya untuk 300 sambungan rumah.
“Kami juga kerja sama dengan BPR Kabupaten Bojonegoro dengan angsuran selama 1 tahun biar ada keringanan. Termasuk PDAM punya program diskon 40 persen biaya pemasangan saat ulang tahun PDAM, HUT RI, dan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang sudah tercover jaringan air bersih milik Perumda Tirta Buana sebanyak 17 kecamatan. Prosentase dari 430 desa/kelurahan secara teknis sudah 17 persen. Tapi secara administratif baru 11 persen karena ada yang menggunakan jaringan air diluar Perumda Tirta Buana.
“Kami masih berproses dan kita coba dengan program yang ada baik dari APBD, APBN, maupun negara donor. Target kami penyediaan air bersih kawasan yang jauh dari jangkauan,” pungkasnya. [lus/but]






