Jember (beritajatim.com) – Persedian bahan bakar minyak di Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini cukup melimpah. Masyarakat diminta tidak panik dan tetap berkonsentrasi beribadah di sisa waktu Ramadan.
Sub Branch Manager (SBM) Pertamina JemberAndi Reza mengatakan, saat ini stok Pertalite di Jember 584 ton dan Pertamax 279 ton.
“Kalau pun dibutuhkan penambahan, kami sudah siapkan. Memang kami ada rencana untuk menambah penyaluran untuk besok (Jumat) pagi, khususnya di kawasan kota Kabupaten Jember,” katanya, saat rapat bersama Pemerintah Kabupaten Jember secara daring, Kamis (5/3/2026) malam.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Besuki, Ikbal Wilda Fardana meminta seluruh petugas SPBU ikut menyosialisasikan soal amannya stok ini. “Kita juga perlu mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan membeli dalam jumlah besar,” katanya.
Antrean panjang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Kamis (5/3/2026) malam. “Kita perlu mengantisipasi adanya oknum yang membeli BBM besar-besaran,” kata Bupati Muhammad Fawait.
Fawait meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswanamigas untuk meminimalisasi tindakan sejumlah oknum yang membuat masyarakat resah. “Mungkin nanti bisa dirumuskan bersama,” katanya.
Bupati Fawait juga meminta masyarakat tidak panik. “Kita menyadari hari ini kondisi dunia sedang tidak stabil, dengan adanya peperangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur internasional,. Ada anggapan masyarakat bahwa akan ada kelangkaan BBM,” katanya.
“Namun hal tersebut tidak terbukti di lapangan. Kondisi BBM di Jember aman, bahkan melimpah. Maka atas nama Bupati Jember kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying,” kata Fawait.
Bupati Fawait mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan dengan melakukan kegiatan positif. “Karena kalau pun nanti terjadi panic buying, kami bersama Pertamina dan Hiswanamigas tidak akan berpangku tangan. Kami akan menyiapkan, kalau perlu stoknya kurang akan ditambah oleh Pertamina, sehingga kondisi tetap terkendali,” katanya.
Kondisi saat ini berbeda dengan kondisi beberapa bulan lalu, saat antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU di Jember karena akses transportasi dari dan menuju Banyuwangi tertutup akibat perbaikan jalan.
Fawait menegaskan, bahwa kondisi BBM di Jember tidak terpengaruh dengan perang di Timur Tengah. “Saya berharap masyarakat lebih cermat, lebih bijak, tidak mudah percaya dengan kabar dari orang yang tidak bertanggungjawab, dengan kondisi BBM di Indonesia dan Jember yang katanya mulai menipis,” katanya.
Fawait berharap pernyataannya ini didengar masyarakat. “Dan memanfaatkan 15 hari Ramadan ini dengan kegiatan-kegiatan positif,” katanya. [wir]






