Bangkalan (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Bangkalan mencapai Rp110.000 hingga Rp115.000 per kilogram menjelang Ramadan. Kenaikan ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar pasar murah di depan Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (28/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, cabai rawit dijual Rp80.000 per kilogram atau selisih sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 dari harga pasar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Moh Rasuli, mengatakan pasar murah merupakan langkah intervensi untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga. Pasar murah dijadwalkan digelar setiap hari Jumat hingga menjelang Idul Fitri.
“Kami melihat ada kenaikan cukup signifikan pada komoditas cabai. Karena itu kami lakukan pasar murah agar masyarakat tetap bisa membeli dengan harga lebih terjangkau,” ujar Rasuli.
Menurutnya, selain menjual bahan pokok dengan harga subsidi, pihaknya juga melakukan pemantauan rutin di pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan pasokan dan mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.
“Kami pantau setiap pekan. Jika ada komoditas yang naik drastis, kami siapkan langkah antisipasi, termasuk koordinasi dengan distributor dan pemasok,” katanya.
Selain cabai, pasar murah juga menyediakan beras premium Rp74.000 per 5 kilogram, telur ayam Rp28.000 per kilogram, minyak goreng kemasan 800 mililiter Rp16.500, bawang merah Rp8.000 per 250 gram, serta bawang putih Rp7.000 per 250 gram.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan 25 kilogram cabai rawit, 10 kilogram cabai besar, 10 kilogram bawang merah dan putih, 5 kilogram tomat, 20 boks telur, 10 karton minyak goreng, serta 1,2 ton beras. [sar/kun]






