Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Satuan Tugas MBG Jatim segera bertindak atas berbagai temuan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan. Dia menyebut kasus di Magetan, mulai dari roti berjamur hingga telur dengan cangkang masih terdapat kotoran ayam, tidak boleh dianggap sepele.
“Kasus telur Magetan ini harus segera disikapi. Pasalnya kasus semacam ini bisa jadi terjadi di wilayah lain. Meski beda kasus. Satgas di daerah tidak boleh hanya menjadi struktur administratif tanpa pengawasan di lapangan,” ujar Deni, Jumat (27/02/26).
Menurut Deni, aduan masyarakat terkait kualitas MBG selama Ramadan cukup banyak. Sejumlah laporan menyebut mutu makanan tidak mencerminkan standar gizi yang layak dan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan.
“Ini persoalan serius. Jika benar terjadi penurunan kualitas atau ketidaksesuaian harga, maka ada problem pada pengawasan dan kontrol distribusi di tingkat pelaksana,” tegasnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu meminta Satgas MBG di daerah lebih aktif melakukan monitoring lapangan dan verifikasi kualitas makanan. Dia juga mendorong audit sederhana untuk memastikan kesesuaian menu dengan pagu biaya yang telah ditetapkan.
“Ingat program yang menyangkut hak gizi masyarakat dan menggunakan anggaran negara tidak boleh lepas dari akuntabilitas,” ujarnya.
Deni mendesak evaluasi dilakukan secara terbuka dan transparan. Setiap laporan masyarakat melalui kanal resmi Badan Gizi Nasional, lanjut dia, harus ditindaklanjuti dengan langkah korektif di tingkat daerah.
“Pengawasan ketat perlu dilakukan agar tujuan mulia program pemerintah pusat tidak tercoreng oleh lemahnya kontrol di lapangan. Akuntabilitas tidak bisa ditawar. Ini soal hak gizi masyarakat,” pungkas legislator dari Dapil Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek tersebut. [asg/but]






